SIMALUNGUN – 9 JANUARI 2026 Nusantaranews-Today.com
Kepolisian Resor (Polres) Simalungun menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menanggapi keresahan warga, Sat Reskrim Polres Simalungun melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan aktivitas tambang pasir ilegal (Galian C) di pinggir Sungai Bah Bolon, Simponi, Desa Perdagangan I, Kecamatan Bandar.
🔍 Temuan Lapangan: Lubang Raksasa di Pinggir Sungai
Berdasarkan instruksi langsung Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, Tim Unit II Opsnal Pidsus yang dipimpin IPDA Gagas Dewanta Aji terjun ke lokasi pada Kamis (8/1/2026).
Di lokasi, petugas menemukan bukti fisik yang tak terbantahkan:
Bekas Eksploitasi: Ditemukan lubang-lubang galian pasir yang luas di sepanjang sempadan sungai.
Kondisi Tanah: Struktur tanah terlihat jelas telah dikeruk dalam volume besar, mengindikasikan aktivitas tersebut sudah berlangsung lama.
Situasi Terkini: Saat tim tiba, tidak ditemukan alat berat maupun aktivitas penggalian. Lokasi tampak sengaja dikosongkan.
🕵️ Modus Pelaku: Berhenti Saat Tercium Petugas
Hasil wawancara dengan masyarakat sekitar mengungkap fakta bahwa penambangan tersebut baru saja berhenti sekitar satu minggu lalu. Diduga kuat, informasi mengenai penyelidikan polisi telah bocor, sehingga pelaku menarik alat berat dari lokasi.
“Ini modus lama pelaku tambang ilegal. Mereka berhenti sementara saat ada penyelidikan, lalu kembali beroperasi setelah merasa aman. Tapi kali ini kami tidak akan memberi kesempatan,” tegas AKP Herison Manulang, Jumat (9/1/2026).
🛡️ Strategi Penutupan Total (RTL)
Polres Simalungun tidak ingin kecolongan lagi. Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang komprehensif telah disiapkan:
Koordinasi Lintas Instansi: Melibatkan Camat, Pangulu (Kepala Desa), serta Dinas Lingkungan Hidup untuk sinkronisasi data perizinan.
Patroli Rutin & Sweeping: Tim Pidsus akan melakukan pemantauan berkala dan sweeping mendadak di area Sungai Bah Bolon untuk memastikan aktivitas ilegal tidak berulang.
Tindakan Tegas: Jika kedapatan beroperasi kembali, polisi akan melakukan penangkapan dan penyitaan alat di tempat tanpa kompromi.
📢 Apresiasi untuk Masyarakat
Pihak kepolisian memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang berani melapor. Kerja sama antara rakyat dan Polri dinilai sebagai kunci utama pemberantasan kejahatan lingkungan yang merusak ekosistem sungai.
“Kami mengimbau warga untuk terus aktif melapor. Jangan takut, laporan Anda adalah energi bagi kami untuk bertindak,” pungkas IPDA Gagas Dewanta Aji.
(Laporan: Josep Opranto Sagala)


















Komentar