💔 “JAGALAH ANAK KITA”

Pesan Pilu Terakhir Ibu Hamil 7 Bulan Sebelum Tewas Tertimbun Longsor di Sibolga

SIBOLGA – Tragedi mengerikan melanda keluarga Amin Rais Situmeang (30) di lereng Bukit Aek Parombunan, Sibolga, setelah sang istri, Ervina Nola Kristina Hutabarat (23), tewas tertimbun longsor di rumah mereka pada Selasa, 25 November 2025. Ervina meninggal dunia dalam kondisi memilukan, yaitu tengah mengandung janin anak ketiga berusia 7 bulan.

Amin kini harus menanggung beban ganda: kepedihan mendalam dan tanggung jawab membesarkan dua anak balita, Novita Sari (4) dan Gifano (2).

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Firasat yang Menjadi Kenyataan Tragis

Dalam suasana pilu, Amin berbagi kisah tentang pesan terakhir istrinya, yang kini terasa seperti firasat.

“Katanya, hampir setiap hari. ‘Jagalah anak kita. Mana tahu setelah melahirkan aku meninggal dunia,’” ujar Amin lirih, Kamis (12/12/2025).

Tak ada yang menyangka, Ervina pergi jauh sebelum waktu melahirkan yang diperkirakan pada Januari 2026 tiba, direnggut oleh bencana longsor.

Detik-Detik Kematian di Ambang Pintu

Tragedi terjadi pada siang hari, saat hujan deras melanda Sibolga. Amin baru selesai makan siang. Ervina, yang sedang hamil besar, meminta suaminya menurunkan kedua anak mereka ke rumah mertua yang berada di bawah, dekat jalan raya. Ervina berjanji akan menyusul setelah membereskan perlengkapan mandi anak-anak.

Saat Amin selesai menurunkan anak kedua, dan sebelum Ervina sempat ikut turun, longsor besar menimpa rumah dan langsung menimbunnya.

“Setelah ku turunkan yang terakhir [anak kedua], dan belum sempat istri saya ikut turun, sudah longsor menimpa rumah dan dia,” kata Amin.

Amin, yang selamat beberapa meter dari lokasi, terpaku melihat suara gemuruh keras dan rumah mereka telah lenyap. Ervina, yang baru menginjak tangga pertama untuk menyusul ke bawah, terperangkap di bawah reruntuhan.

“Kakinya tak bisa bergerak, mulutnya tak bisa berteriak. Detak jantungnya seakan-akan berhenti melihat peristiwa sang istri yang sedang hamil 7 bulan tertimbun,” kenangnya.

Perjuangan Melanjutkan Hidup Demi Dua Balita

Kini, Amin berusaha keras menahan air mata demi menjaga mental kedua anaknya, Novita Sari dan Gifano. Kedua buah pernikahan mereka sejak 2021 itu, hingga saat ini belum mengetahui bahwa ibunya telah tiada.

Setiap kali Novita menanyakan keberadaan sang ibu, Amin bergegas mengalihkan pembicaraan.

“Saya berharap, saya dan anak bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Harus kuat,” tutup Amin, mencerminkan tekadnya untuk memenuhi pesan terakhir Ervina: menjaga anak-anak mereka.

by redaksi

Komentar