🌊 BANJIR EKSTREM MEDAN LABUHAN

1000 KK Komplek TKBM Sei Mati Terendam Air Rob Setinggi Dada, Ratusan Warga Mengungsi

MEDAN – Bencana banjir dan pasang air rob melanda Komplek TKBM Lingkungan 18, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, selama lebih dari sepekan. Ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi dada orang dewasa, melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa ratusan Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

Lurah Sei Mati, Yogi Fatresya Wahyu, didampingi Kepala Lingkungan XVIII Lindung Harianja, membenarkan bahwa terdapat 1.000 KK yang menjadi korban banjir besar ini.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Ratusan Warga Mengungsi, Barang Rusak Total

Peristiwa banjir besar ini dialami warga sejak Rabu (26/11) lalu. Meskipun sempat surut pada Selasa (2/12), hujan deras dan pasang air rob kembali menghantam pada Rabu malam (3/12), membuat ratusan rumah warga kembali direndam banjir.

Seorang warga, Sorta Boru Manulang, mengaku sudah mengungsi di masjid karena rumahnya hancur.

“Kami sudah mengungsi beberapa hari di masjid karena rumah kami sudah direndam banjir, kami tidak bisa tidur di rumah semua sudah hancur,” ucap Sorta Boru Manulang.

Warga yang terdampak telah menerima bantuan melalui pihak kelurahan Sei Mati, berupa beras, telur, mie instan, biskuit, minyak goreng, dan air mineral.

Respons Kelurahan dan Harapan Infrastruktur

Lurah Sei Mati, Yogi Fatresya Wahyu, menjelaskan upaya yang telah dilakukan:

  • Pengungsian dan Logistik: Pihak Kelurahan telah mengantisipasi dampak banjir dengan menempatkan warga di titik-titik pengungsian seperti rumah ibadah (masjid dan gereja) dan rumah keluarga, serta membuat dapur umum untuk menyuplai bahan makanan.

  • Kesehatan: Telah dilakukan koordinasi dengan Puskesmas Medan Labuhan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang mengalami sakit seperti demam dan gatal-gatal. Pihak BNPB juga dilibatkan untuk mengevakuasi warga sakit menggunakan perahu karet.

Lurah Yogi Fatresya Wahyu berharap agar seluruh stakeholder dapat membantu menyuplai bahan makanan kepada warga yang terdampak banjir. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur.

“Kita juga terus memonitor drainase-drainase yang ada di wilayah kita agar tetap normal dan bebas dari sampah serta kita berharap untuk infrastruktur disegerakan di wilayah kita ini,” pungkasnya.

Warga berharap banjir segera surut agar anak-anak bisa kembali sekolah dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing, meskipun perabotan rumah tangga mereka telah hancur akibat terendam banjir.


✍️ Syafwan

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar