TERLALU! JUDI 303 MERAJALELA, OKNUM LORENG DIBAYAR UNTUK MENGHANCURKAN RAKYAT DI PURBA DAN SILIMAKUTA!

Kab.simalungun4634 Dilihat

Simalungun Praktik perjudian Togel (Toto Gelap) jenis 303, yang melibatkan pasaran lokal dan Singapura, dilaporkan semakin menggila dan subur di wilayah Kecamatan Purba dan Kecamatan Silimakuta. Bisnis haram ini bukan hanya merusak moral dan ekonomi rakyat, tetapi juga disinyalir berjalan di bawah lindungan bekingan kuat dari oknum aparat yang seharusnya menjadi pengayom.

 

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Oknum Bersenjata Berperan Sebagai Penadah Uang Haram!

 

Laporan yang diterima tim kami menunjukkan bahwa seluruh omset harian dari judi Togel di kedua kecamatan ini secara sistematis disetorkan kepada dua individu yang disebut-sebut sebagai oknum berbaju loreng berinisial UF dan R. S. juga AR (Budi Golap Rizal Belawan Togel) (whatsapp +62 852-6105-2198)

Dua nama ini disebut-sebut sebagai “abdi negara” yang justru berbalik arah, memilih untuk menghancurkan kehidupan rakyat dengan membiarkan judi merajalela. Ironisnya, alih-alih menjaga keamanan dan ketertiban, kedua oknum ini diduga aktif menjadi ‘penjamin’ operasional bisnis haram ini.

“Mereka berdua ini adalah abdi negara, tetapi berusaha menghancurkan rakyat. Uang haram itu merusak keluarga, dan oknum yang seharusnya menumpas malah ikut menikmati,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

 

Bos Besarnya: ASENG KAYU!

 

Investigasi mendalam mengarah pada dugaan bahwa oknum-oknum berbaju loreng ini tidak bergerak sendiri. Mereka disinyalir berada di bawah kendali dan berkolaborasi dengan Bos Besar yang disebut berinisial ASENG KAYU.

Kolaborasi antara oknum aparat dan ‘ASENG KAYU‘ ini menciptakan benteng tak tersentuh bagi operasional judi 303. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: Sudah sejauh mana jaringan ini merusak institusi keamanan dan perekonomian lokal?

 

Seruan Persatuan: Marsipature Huta Nabei!

 

Melihat situasi darurat ini, seruan untuk perlawanan dan pembersihan wilayah harus dikumandangkan. Masyarakat setempat dituntut untuk bersatu padu, menolak dan melawan segala bentuk praktik judi yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.

Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat di Purba dan Silimakuta berpegangan tangan! Sesuai dengan falsafah lokal: Marsipature Huta Nabei (membangun kampung halaman bersama-sama), pembersihan dari oknum perusak harus segera dilakukan agar kedua kecamatan ini kembali menjadi tempat yang aman dan bermartabat.

Kami menuntut kepada Pimpinan Tertinggi TNI dan Polri di Simalungun agar segera mengambil tindakan tegas, memburu, dan menindak oknum USUF, R. SITUMORANG, dan Bos Besarnya, ASENG KAYU, tanpa pandang bulu! Jangan biarkan kehormatan institusi ternoda oleh segelintir penghianat rakyat!

(tim/red)

Komentar