Jenderal Wagner Damanik Resmikan Harungguan Bolon, Serukan ‘Stop Kotak-Kotakkan Damanik!’

PEMATANGSIANTAR – Perhelatan akbar Harungguan Bolon Damanik resmi dibuka dengan penuh khidmat dan antusiasme ribuan keturunan marga Damanik dari berbagai daerah di Indonesia. Acara yang digelar di Kota Pematangsiantar dan Simalungun ini menjadi momen bersejarah yang bertujuan utama untuk meneguhkan kembali persatuan keluarga besar Damanik setelah bertahun-tahun terfragmentasi.

Ketua Umum Harungguan Bolon, Irjen Pol (Purn) Drs. Maruli Wagner Damanik, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan kebangkitan kesadaran kolektif keluarga besar Damanik.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Seruan Jenderal Wagner: Damanik Itu Satu

 

Dalam sambutannya yang berapi-api, Jenderal Wagner Damanik menyerukan diakhirinya segala bentuk perpecahan internal marga Damanik.

“Kita sudah lama terkotak-kotak. Hari ini kita sepakat: tidak ada lagi blok-blok, tidak ada lagi perpecahan. Damanik itu satu,” tegas Watner Damanik.

Ia menekankan bahwa Monumen Damanik yang telah didirikan harus menjadi identitas dan simbol persatuan yang hidup, bukan hanya monumen fisik tanpa makna. “Monumen ini harus menjadi pusat aktivitas dan ruang berkumpul seluruh generasi Damanik,” ujarnya.

Harungguan Lahir dari Kerinduan Kolektif

 

Hotbinson Damanik, Ketua Panitia Harungguan Bolon, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan akbar ini lahir dari kerinduan mendalam untuk menghimpun seluruh keturunan Damanik dalam satu wadah yang kokoh, bermartabat, dan berdaya guna.

“Damanik adalah salah satu bangsa tertua di Simalungun. Bukan hanya sekadar marga, tetapi bagian dari jiwa dan peradaban masyarakat Simalungun,” ujar Hotbinson, seraya menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang untuk berdiskusi, berkarya, dan berkontribusi di tengah tantangan zaman.

Panitia juga membanggakan pembiayaan acara yang sepenuhnya bersumber dari gotong royong keluarga besar Damanik di seluruh Indonesia, mulai dari balita sampai lansia, yang membuktikan semangat persatuan yang kuat.

Puncak Acara Siap Dihadiri 10.000 Peserta

 

Rangkaian kegiatan Harungguan Bolon meliputi kegiatan budaya, olahraga, dan ditandai dengan pembukaan yang khidmat.

Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di Lapangan Adam Malik. Panitia menargetkan kehadiran minimal 3.000 peserta, namun telah menyiapkan kapasitas konsumsi hingga 10.000 orang, menunjukkan kesiapan total penyelenggaraan.

Harungguan Bolon Damanik 2025 diharapkan menjadi tonggak sejarah yang menguatkan peran historis marga Damanik dalam pelestarian budaya dan pembangunan Simalungun.


(red)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar