Proyek Rehabilitasi Rp1,3 Miliar di SMPN 1 Raya Disorot, Diduga Pemborosan Anggaran

Kab.simalungun4770 Dilihat

 

SIMALUNGUN, NUSANTARANEWS-TODAY – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SMP Negeri 1 Raya senilai Rp1,367 miliar menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang didanai dari DAU Bidang Pendidikan TA 2025 ini dinilai salah sasaran dan terkesan sebagai pemborosan anggaran negara.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

 

Kondisi Baik Sebelum Dibongkar

 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (22/9/2025), sejumlah ruang kelas kini dalam kondisi berantakan. Lantai keramik yang sebelumnya utuh terlihat sudah dihancurkan dan dinding-dinding dibongkar. Padahal, menurut pengamatan, kondisi fisik bangunan sekolah tersebut sebelum proyek dimulai masih sangat layak dan terawat.

“Sekolah ini masih sangat bagus. Kenapa harus dibongkar? Di pelosok Simalungun banyak sekolah yang hampir rubuh tapi tidak pernah diperhatikan. Kenapa sekolah di pusat kota yang dapat proyek miliaran?” ujar seorang warga Raya dengan nada kesal.

Proyek ini dikerjakan oleh CV. Indo Karya berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) tertanggal 2 September 2025.

 

Desakan Intervensi Penegak Hukum

 

Aktivis pendidikan dari [Nama Lembaga/LSM], M. Sinaga, S.H., menilai proyek ini sebagai indikasi kuat adanya permainan dalam pengelolaan anggaran.

“Ini bukan lagi sekadar salah sasaran, tapi bisa jadi modus untuk menghabiskan anggaran. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan dan mengaudit proyek ini secara menyeluruh,” tegasnya.

Desakan serupa juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang meminta Kejaksaan hingga KPK untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek ini.

 

Kadis Pendidikan Belum Beri Tanggapan

 

Saat coba dikonfirmasi mengenai dasar dan urgensi proyek rehabilitasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Simalungun, Sudiahman Saragih, tidak memberikan respons. Panggilan melalui telepon WhatsApp pada Senin sore tidak diangkat.

Kini, publik menanti transparansi dari Dinas Pendidikan Simalungun serta langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk mengusut proyek yang dinilai janggal ini.

(jun)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar