Hilang Tiga Hari, Petani Lansia Penderita Pikun Ditemukan Meninggal di Perladangan

Kab.simalungun4805 Dilihat

SIMALUNGUN, Nusantaranews.Today.com – Pencarian selama tiga hari terhadap Ramli Siringo-ringo (69), seorang petani lansia yang menderita pikun, berakhir duka. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah areal perladangan di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, pada Selasa (23/9/2025).

Kronologi Menghilangnya Korban

Menurut keterangan istrinya, Murni br Sinaga (69), Ramli telah menderita penyakit pikun selama setahun terakhir. Pada Minggu (21/9/2025) pagi, ia pamit keluar rumah untuk minum kopi di warung, namun tak pernah kembali.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Keluarga sudah berusaha mencari selama beberapa hari, namun tidak berhasil menemukannya,” ujar Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., menceritakan kembali keterangan keluarga.

Ditemukan Petani Lain

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Ganda Butar-butar (59), seorang petani, pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia menemukan jasad korban di perladangan dalam kondisi sudah membusuk dan langsung melaporkannya kepada pihak berwenang.

Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Tim Polsek Tanah Jawa bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Huta Bayu Raja segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematiannya murni disebabkan oleh kondisi kesehatan dan situasinya,” jelas Kompol Asmon.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh istri dan kerabat lainnya, telah mengikhlaskan kepergian korban dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

Sebagai penutup, Kapolsek mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anggota keluarga yang menderita demensia. “Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya perhatian dan pengawasan keluarga terhadap lansia yang menderita pikun untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.

(Ibrahim Harry Gunawan Saragih.M)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar