Jambi, Nusantaranews-today.com – Pembangunan infrastruktur yang pernah digalakkan era Gubernur Jambi Zumi Zola bersama Kadis PUPR Ir. PB Panjaitan, kini tampak tak berlanjut pada aspek perawatan. Salah satu yang disorot adalah kawasan Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi yang dinilai kumuh dan jauh dari kesan representatif sebagai pintu gerbang Provinsi Jambi.
Landasan pacu bandara memang sudah diperpanjang dari 2.200 meter menjadi 2.600 meter. Namun, estetika dan penataan kawasan sekitar bandara justru terabaikan.
Tugu Pahlawan dan UMKM Dibiarkan Kumuh
Hasil penelusuran Nusantaranews-today.com, Jumat (19/9/2025), kawasan pintu masuk-keluar bandara menyuguhkan Tugu Monumen Sultan Thaha Syaifuddin. Namun, area sekitarnya tampak tidak terawat. Bangunan embung dan pondok UMKM yang berada di kawasan itu kini ditumbuhi semak belukar.
Kondisi serupa terlihat pada eks terminal lama bandara yang kusam dan tak difungsikan maksimal. Pemandangan tersebut jauh dari wajah modern yang seharusnya menjadi etalase Kota Jambi.
Monumen Patriotisme yang Kurang Didukung
Padahal, keberadaan patung Sultan Thaha Syaifuddin di kawasan bandara bukan sekadar hiasan, melainkan simbol perjuangan dan edukasi nilai-nilai patriotisme. Pemprov Jambi bahkan menegaskan kehadiran monumen tersebut untuk membangkitkan semangat persatuan dan mengangkat nama pahlawan nasional asal Jambi ke tingkat nasional maupun internasional.
Namun, tanpa didukung penataan kawasan yang rapi dan estetik, pesan luhur dari monumen itu justru tertutup oleh wajah kumuh lingkungan sekitar.
Perlu Sentuhan Serius
Bandara adalah pintu masuk pertama bagi tamu dari luar daerah maupun mancanegara. Karena itu, wajah bandara seharusnya merepresentasikan kota modern yang berbudaya. Jika estetika kawasan terus dibiarkan, citra Jambi sebagai provinsi yang sedang berkembang akan tercoreng.
Kini masyarakat menunggu langkah konkret Pemprov Jambi maupun pengelola bandara untuk mengembalikan kejayaan estetika Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, agar benar-benar menjadi kebanggaan dan etalase daerah.
✍️ AsenkLee | Nusantaranews-today.com














Komentar