Sumut, Nusantaranews-today.com – Tidak semua orang mampu memandang kritik sebagai sesuatu yang positif. Namun bagi Irjen Pol. Whisnu Hermawan F., S.I.K., M.H., kritik justru adalah ruang belajar dan kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam sebuah pernyataannya, Whisnu menyampaikan pesan yang sederhana namun dalam maknanya:
“Ambilah kritik sebagai hadiah. Ini adalah kesempatan gratis untuk belajar dan berkembang.”
Ucapan itu bukan hanya sekadar kalimat motivasi, tetapi juga mencerminkan sikap rendah hati seorang perwira tinggi Polri yang menempatkan kritik sebagai bahan introspeksi.
Bagi Whisnu, kritik ibarat cermin. Ia menegaskan, siapa pun yang mau bercermin pada kritik, akan mampu melihat kekurangan yang perlu diperbaiki. “Setiap kritik, sekecil apapun, adalah cara orang lain menunjukkan kepeduliannya kepada kita,” tuturnya.
Sikap tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan, kewenangan, atau prestasi tidak seharusnya membuat seseorang menutup telinga dari masukan. Justru semakin tinggi posisi, semakin besar pula tanggung jawab untuk terbuka terhadap kritik demi menjaga amanah.
Pesan Whisnu ini juga sejalan dengan semangat Polri yang terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Baginya, kritik bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk semakin dipercaya oleh rakyat.
Tak heran jika pernyataannya mendapat apresiasi dari banyak pihak. Di tengah era keterbukaan informasi dan derasnya arus opini publik, sikap seperti inilah yang dibutuhkan: kesediaan untuk mendengar, kerendahan hati untuk menerima, dan kebijaksanaan untuk memperbaiki diri.
redaksi nusantaranews-today


















Komentar