Jenazah Azwar Pulang ke Asahan Setelah 2 Bulan Tertahan di Kamboja, Korban Perdagangan Manusia Berkedok Pekerjaan Penyanyi

Asahan4919 Dilihat

 

Asahan | NusantaraNews-Today.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Azwar (32) di Bunut, Kisaran, Kabupaten Asahan, Jumat (8/8/2025). Isak tangis pecah saat peti jenazah tiba, mengakhiri penantian panjang keluarga selama dua bulan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Menurut rilis resmi KBRI, Azwar meninggal dunia akibat cedera kepala setelah jatuh dari sebuah gedung di Kamboja pada 10 Juni 2025. Proses pemulangan jenazah memakan waktu lama karena prosedur administrasi dan investigasi setempat, membuat jasadnya tertahan di Kamboja selama dua bulan.

Janji Manis Berujung Maut

Azwar awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia sebagai penyanyi dengan bayaran 800 dolar AS per bulan, setara Rp 13 juta. Ia berangkat pada April 2025, berharap bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Namun kenyataan pahit menimpa—alih-alih ke Malaysia, Azwar justru dikirim ke Kamboja untuk bekerja di sebuah perusahaan penipuan online (scammer).

Sebelum ajal menjemput, Azwar sempat menghubungi keluarga melalui video call dan mengirimkan beberapa rekaman video. Dalam komunikasi terakhirnya, ia meminta uang Rp 40 juta untuk membayar “denda” yang disebut-sebut sebagai syarat pembebasannya dari perusahaan tersebut.

“Dia bilang butuh uang untuk keluar dari tempat itu. Kami sudah berusaha mencari pinjaman, tapi belum sempat terkumpul, kabar duka itu datang,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.

Tragedi Perdagangan Manusia

Kasus ini menambah daftar panjang perdagangan manusia berkedok penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. Modusnya mirip: korban dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian disekap dan dipaksa bekerja di industri ilegal seperti penipuan online.

Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas dan para perekrut yang menjerumuskan Azwar dapat dihukum seberat-beratnya. Mereka juga meminta pemerintah memperketat pengawasan serta memberikan perlindungan maksimal bagi calon pekerja migran.


Reporter: Suleman Sinulingga
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar