Tawuran Antar Remaja di Karo: Pengguna Jalan Diancam Celurit, Satpam Jadi Korban

Kabupaten Karo5056 Dilihat

Kabanjahe, Nusantaranews-Today.com – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali pecah di Kabupaten Karo. Insiden terjadi pada Minggu malam (27/7/2025) di pinggiran Jalan Jamin Ginting, Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, dan membuat pengguna jalan ketakutan.

Puluhan remaja terlibat dalam bentrokan brutal dengan membawa senjata tajam seperti celurit dan klewang, sambil melempar batu ke arah jalan. Beberapa pengendara yang melintas nyaris menjadi korban karena diancam dengan senjata tajam oleh kelompok remaja tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Tadi saya lewat, tiba-tiba mereka bentrok di tengah jalan. Kami sempat berhenti karena takut dilempar batu atau disabet,” ujar Aris, salah satu pengendara yang melintas saat kejadian.


Satpam Jadi Korban, Kendaraan Rusak

Tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tawuran ini juga menelan korban. Seorang satpam dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan batu saat mencoba melerai keributan. Sementara itu, beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat lemparan benda tumpul.

Belum diketahui pasti apa motif dari bentrokan antar kelompok remaja tersebut. Namun warga sekitar menyebut peristiwa semacam ini bukan yang pertama kali terjadi, dan kerap terjadi di malam minggu atau akhir pekan.


Daerah Wisata Tercoreng Aksi Brutal

Kabanjahe, yang merupakan gerbang utama menuju destinasi wisata populer seperti Berastagi dan Gunung Sibayak, tercoreng dengan aksi anarkis para remaja tersebut. Masyarakat mengkhawatirkan dampaknya terhadap citra daerah dan kenyamanan wisatawan.

“Malu kita. Karo ini tempat wisata. Kalau tamu datang dan lihat kejadian kayak gini, siapa lagi yang mau datang?” kata Boru Tarigan, warga sekitar dengan nada geram.


Desakan untuk Tindakan Tegas

Warga mendesak aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk bertindak tegas terhadap pelaku tawuran, termasuk pembinaan remaja yang terlibat. Dikhawatirkan jika dibiarkan, aksi semacam ini akan berkembang menjadi tradisi kekerasan yang merusak masa depan generasi muda.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polres Tanah Karo belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun patroli di sekitar lokasi telah ditingkatkan untuk mencegah bentrok susulan.


Reporter: Suleman Sinulingga
Editor: Redaksi Nusantaranews-Today.com


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar