SIMALUNGUN – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Simalungun secara tegas menolak rencana PTPN IV mengkonversi tanaman teh menjadi sawit di lahan konsesinya di Kecamatan Sidamanik, khususnya di Kebun Bah Butong dan sekitarnya. Penolakan ini muncul setelah rapat pengurus dan kunjungan langsung ke lokasi, serta mempertimbangkan dampak buruk yang pernah terjadi sebelumnya.
GAMKI mendasari penolakannya pada beberapa alasan krusial:
- Ketiadaan Dokumen Lingkungan: GAMKI belum menemukan dokumen kajian lingkungan dan alih fungsi lahan yang sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dokumen PTPN IV saat ini masih mengacu pada status kebun teh.
- Ancaman Bencana Berulang: Konversi serupa yang dilakukan PTPN IV di Panei Tongah, Kecamatan Panei, terbukti telah memicu bencana banjir, rusaknya sumber air, infrastruktur jalan, dan perubahan iklim di wilayah tersebut. GAMKI memperkirakan konversi di Sidamanik akan memicu bencana serupa.
- Nilai Strategis Tanaman Teh: Tanaman teh memiliki fungsi vital sebagai penahan air dan penghasil oksigen, serta penting untuk diversifikasi ekosistem dataran tinggi. Selain itu, kebun teh berpotensi besar untuk pengembangan agrowisata dengan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.
- Pembiaran Kebun Teh: Sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar dunia, PTPN IV seharusnya fokus meningkatkan produksi teh, bukan melakukan pembiaran atau sengaja tidak mengurus kebun teh secara maksimal.
“GAMKI meminta secara tegas untuk segera menghentikan konversi oleh PTPN IV,” ujar perwakilan GAMKI Simalungun.
GAMKI menyatakan satu barisan dengan seluruh elemen masyarakat yang menolak konversi ini dan siap berjuang dengan aksi nyata. Mereka menyerukan masyarakat Sidamanik untuk bersatu demi menghindari ancaman banjir dan longsor seperti yang terjadi di Panei Tongah.
Lebih jauh, GAMKI juga mendesak Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk berkomitmen mempertahankan kebun teh yang telah menjadi ikon daerah. Bahkan, GAMKI menyarankan agar tanah PTPN IV didistribusikan kepada rakyat miskin untuk meningkatkan ketahanan pangan, sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo, dan meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian, perkebunan, hingga peternakan madu.
“Kami mendukung Bupati Simalungun bila ini dapat disampaikan kepada Presiden RI,” tambah GAMKI, mempertanyakan kontribusi PAD PTPN IV kepada rakyat Simalungun selama ini.
redaksi


















Komentar