Dendam Usai Cekcok di Warung Tuak, Pria di Taput Tikam Teman Hingga Tewas

taput5643 Dilihat

TAPANULI UTARA | Suasana malam di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, mendadak mencekam. Seorang pria, Benget Hutauruk (58), ditemukan tewas bersimbah darah di tengah jalan setelah ditikam oleh rekannya sendiri, Holong Hutapea (60), usai cekcok saat pesta minuman tuak, Sabtu dini hari, (2/8/2025).

Peristiwa bermula dari warung tuak milik warga berinisial S, tempat keduanya biasa berkumpul. Menurut keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Unit Reskrim Polres Tapanuli Utara, korban dan pelaku sempat bersitegang saat sedang mabuk tuak bersama teman-temannya sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat malam (1/8).

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Cekcok mulut memanas hingga Benget memukul Holong satu kali. Usai kejadian, korban pulang berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer dari warung tersebut.

Namun tanpa diketahui korban, Holong ternyata menyimpan dendam. Ia pulang ke rumahnya, mengambil pisau tajam, lalu mengintai jalur yang akan dilalui Benget. Sekitar pukul 01.30 WIB, di tempat yang gelap dan sepi, Holong menyergap dan menusukkan pisau ke dada korban, membuat Benget terkapar dan akhirnya meninggal dunia.

Korban ditemukan tak bernyawa oleh warga dan keluarganya sekitar pukul 03.00 WIB, setelah anak korban menghubungi polisi. Holong sempat melarikan diri dan hendak naik bus di Aek Ristop, namun berhasil ditangkap tiga jam kemudian oleh tim Reskrim Polres Taput.

“Benar, pelaku diamankan saat hendak melarikan diri. Ia ditangkap di Aek Ristop saat menunggu bus,” ujar Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mewakili Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, S.H, S.I.K.

Pelaku kini ditahan di Polres Tapanuli Utara dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Ia telah mengakui perbuatannya dan akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, yang ancamannya maksimal hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.


Catatan Redaksi

Minuman keras dan kekerasan kerap menjadi kombinasi mematikan. Tragedi ini menjadi potret kelam bagaimana konflik kecil yang tak diredam dengan akal sehat bisa berubah menjadi aksi brutal yang merenggut nyawa. Warung tuak semestinya jadi tempat berkumpul, bukan ladang permusuhan.

Segelas tuak, segumpal dendam, berakhir di liang lahat.


reporter : suleman sinulingga

editor : redaksi nusantaranews-today.com

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar