Sigap Tanggap Darurat, Kapolsek Dolok Pardamean Pimpin Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Poro-Poro hingga Ditemukan

Waktu baca 5 menitDiperbarui 1 November 2026, 22:40 WIB

Wisatawan Lansia Tenggelam Saat Kunjungi Kawasan Pantai Salbe, Danau Toba

SIMALUNGUN – Duka menyelimuti rombongan wisatawan jemaat HKBP Purba Sari, Pematangsiantar, saat kegiatan wisata rohani yang digelar pada Minggu (1/11/2026) berakhir dengan peristiwa tragis. Seorang anggota rombongan berinisial MN (66), pensiunan karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, tenggelam di perairan Pantai Poro-Poro, Danau Toba, kawasan Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Rombongan berjumlah sekitar 40 orang tersebut berangkat bersama menggunakan empat unit angkutan kota dan satu mobil pribadi menuju kawasan Pantai Salbe. Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu menggelar kegiatan kebaktian. Setelah ibadah selesai, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu menuju Goa Babaliang — destinasi wisata alam yang berada di sekitar kawasan Danau Toba.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Peristiwa nahas itu terjadi dalam perjalanan pulang, ketika kapal yang membawa rombongan sedang menuju kembali ke Pantai Poro-Poro.

Korban Melompat dari Kapal, Istri Sempat Melarang

Berdasarkan keterangan para saksi, saat kapal berada pada jarak sekitar 15 meter dari garis pantai, MN tiba-tiba melompat ke perairan Danau Toba. Istrinya sempat melarang tindakan tersebut dengan mempertimbangkan usia sang suami yang telah memasuki masa lanjut usia. Namun, korban tetap melompat ke danau.

Tidak berselang lama, korban terlihat mulai kewalahan mempertahankan dirinya di atas permukaan air. Dua saksi berinisial RS dan CT segera bertindak dengan menggunakan banana boat untuk mendekati korban. Keduanya melemparkan tali sebagai alat bantu. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan MN. Korban tenggelam ke dasar danau sebelum bantuan sempat menjangkaunya secara efektif.

Upaya pencarian awal dilakukan dengan cara menyelam secara manual oleh beberapa saksi yang berada di lokasi. Namun, kondisi perairan yang gelap di kedalaman danau membuat pencarian tidak membuahkan hasil.

Kapolsek Turun Langsung, Koordinasi Lintas Instansi Segera Digerakkan

Menerima laporan kejadian tersebut, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, S.H., langsung memimpin personel bergerak menuju lokasi. Respons cepat ini menjadi bukti kesigapan jajaran Polsek Dolok Pardamean dalam menghadapi situasi darurat di kawasan wisata yang berada di wilayah hukumnya.

Pencarian turut melibatkan anggota Koramil 15/SPA serta perangkat Nagori Togu Domu Nauli, mencerminkan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintahan setempat dalam penanganan kedaruratan.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak. Keselamatan dan kepastian bagi keluarga korban menjadi prioritas kami,” ujar AKP Restuadi di lokasi kejadian.

Pengelola Pantai Poro-Poro mengambil langkah awal dengan mendatangkan dua penyelam dari wilayah Samosir. Dengan bantuan kamera bawah air, posisi korban berhasil terdeteksi pada kedalaman sekitar 20 meter. Namun, proses evakuasi belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan peralatan penyelam yang tersedia saat itu.

Kapolsek kemudian mengupayakan tambahan tenaga dengan menghubungi penyelam dari sebuah perusahaan di Tamburea. Sayangnya, kemampuan selam tim tersebut hanya menjangkau kedalaman sekitar lima meter — jauh di bawah posisi korban yang berada di kedalaman 20 meter.

Tidak berhenti di situ, AKP Restuadi segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun untuk meminta bantuan tim Basarnas Danau Toba yang berbasis di Ajibata.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Karena kedalaman dan keterbatasan alat, kami minta bantuan tim yang memiliki kompetensi dan peralatan lengkap,” ungkapnya.

Basarnas Danau Toba Tiba, Korban Berhasil Dievakuasi

Sekitar pukul 16.30 WIB, enam personel Tim Basarnas Danau Toba tiba di lokasi di bawah pimpinan Koordinator SAR Danau Toba, Erikson Gultom. Setelah menerima penjelasan mengenai titik lokasi korban berdasarkan hasil deteksi kamera bawah air sebelumnya, tim langsung melakukan penyelaman dengan peralatan yang memadai.

Upaya profesional tim Basarnas membuahkan hasil. Pada pukul 17.35 WIB — sekitar satu jam setelah tim tiba — jenazah MN berhasil ditemukan dan diangkat dari dasar Danau Toba. Proses evakuasi berlangsung di hadapan Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, Babinsa Koramil 15/SPA Sertu H. Pakpahan, serta Sekretaris Desa Nagori Togu Domu Nauli.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di lokasi. Usai serah terima, jenazah diangkut menggunakan ambulans menuju Puskesmas Dolok Pardamean untuk menjalani pemeriksaan luar oleh paramedis guna memastikan kondisi dan penyebab kematian secara administratif.

Pihak keluarga kemudian menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak menghendaki dilakukannya autopsi terhadap jenazah. Sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah MN diberangkatkan menuju rumah duka di Pematangsiantar untuk proses pemakaman lebih lanjut sesuai adat dan kepercayaan keluarga.

Kapolsek Sampaikan Duka dan Serukan Kesadaran Keselamatan Wisata

Atas peristiwa yang merenggut nyawa salah seorang anggota jemaat dalam perjalanan wisata rohani tersebut, AKP Restuadi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk menyerukan kesadaran keselamatan kepada masyarakat luas dan para wisatawan yang kerap mengunjungi kawasan Danau Toba.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan, apalagi bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang. Danau Toba sangat dalam, arusnya sulit diprediksi, dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan,” tegas AKP Restuadi.

Kapolsek juga mengarahkan imbauan secara khusus kepada para pengelola objek wisata di kawasan Danau Toba. Mereka diminta untuk secara aktif menyediakan perlengkapan keselamatan standar seperti pelampung, tali penyelamat, serta menempatkan petugas penjaga yang kompeten di titik-titik rawan. Selain itu, pengelola diminta memastikan setiap kapal wisata yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang berlaku, sekaligus secara aktif mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berbahaya selama perjalanan di atas air.

Bagi pimpinan rombongan wisata, AKP Restuadi berharap agar pengawasan terhadap seluruh anggota rombongan — terutama peserta lanjut usia — diperketat, khususnya saat beraktivitas di kawasan perairan.

“Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat, segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110 yang bebas pulsa. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang keselamatan,” tegasnya.

Sinergi Antarinstansi Jadi Kunci Penanganan Darurat

Penanganan peristiwa tenggelamnya MN di Pantai Poro-Poro menjadi gambaran nyata pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat di kawasan wisata. Dalam waktu singkat, Polsek Dolok Pardamean berhasil mengoordinasikan keterlibatan Koramil 15/SPA, perangkat nagori, pengelola wisata, BPBD Kabupaten Simalungun, hingga Basarnas Danau Toba — seluruhnya bergerak bersama demi satu tujuan: memastikan kepastian bagi keluarga korban.

Polsek Dolok Pardamean menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. Penguatan sinergi dengan TNI, BPBD, Basarnas, dan pemerintah nagori disebut akan terus diupayakan sebagai bagian dari layanan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keindahan Danau Toba harus dinikmati dengan penuh kewaspadaan. Kedalaman perairan yang ekstrem, kondisi visibilitas bawah air yang terbatas, serta arus yang tidak selalu dapat diprediksi menjadikan setiap aktivitas di atas maupun di dalam air sebagai kegiatan yang tidak boleh dianggap sepele — tanpa memandang usia maupun tingkat kebugaran seseorang.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 1 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar