Ujian Kenaikan Tingkat Karate-Do TAKO Dojo Budi Murni 2 Medan Berlangsung Sukses dan Penuh Semangat

MEDAN — Dojo TAKO Budi Murni kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga bela diri. Pada Minggu (17/05/2026), kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) karate berlangsung dengan penuh semangat, disiplin, dan antusiasme tinggi di lingkungan SD Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian integral dari proses pembentukan karakter, mental, dan prestasi siswa.

Puluhan karateka dari berbagai tingkatan sabuk mengikuti ujian dengan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Materi yang diujikan meliputi kihon (teknik dasar), kata (jurus), hingga kumite (pertarungan). Namun, penilaian tidak hanya terpaku pada aspek teknis semata. Tim penguji juga menitikberatkan penilaian pada aspek disiplin, etika, semangat latihan, serta sportivitas yang ditunjukkan para peserta selama masa pembinaan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Sinergi Tim Penguji dan Pembina

Pelaksanaan UKT ini dipimpin langsung oleh tim penguji yang kompeten di bidangnya. Bertindak sebagai Ketua Tim Penguji adalah Juanedi, ST., yang didampingi oleh anggota tim penguji lainnya, yakni Nowell Sihombing, SE., MM., Hilda Cantika Mendrofa, dan Lusianna Clara Br. Ginting.

Di balik kesiapan para peserta, terdapat peran penting Joan Berlin Damanik, S.Si., MM., selaku pembina dan pelatih yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai disiplin dan motivasi. Menurut Joan, UKT merupakan momentum evaluasi sekaligus batu loncatan untuk mencetak atlet-atlet muda yang berorientasi pada prestasi.

“Kami tidak hanya membina anak-anak agar mampu menguasai teknik karate dengan baik, tetapi juga membentuk mental juara, disiplin, dan daya juang yang tinggi. Pembinaan di Dojo TAKO Budi Murni memang diarahkan pada orientasi prestasi, sehingga para karateka diharapkan mampu bersaing dan meraih hasil terbaik dalam berbagai kejuaraan,” ujar Joan Berlin Damanik dengan bijak.

Karate sebagai Media Pendidikan Karakter

Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SD Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan, Lambok Fransiskus Napitu, S.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pembinaan karate di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai karate memiliki nilai edukatif yang sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Kami melihat karate bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan semangat pantang menyerah. Kami bangga karena siswa-siswa SD Budi Murni 2 juga mampu meraih berbagai prestasi dalam berbagai kejuaraan karate,” ungkap Lambok Fransiskus Napitu.

Ia berharap kegiatan positif ini terus berkembang demi melahirkan generasi muda yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, dan memiliki integritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Pelaksanaan UKT diakhiri dengan suasana kekeluargaan, di mana para orang tua siswa turut hadir memberikan dukungan moral bagi putra-putri mereka. Sebelum kegiatan ditutup, para penguji dan pelatih berpesan agar seluruh karateka tetap rendah hati, tekun berlatih, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan suksesnya agenda ini, Dojo TAKO Budi Murni menegaskan posisinya sebagai wadah pencetak karateka unggul yang berkarakter mulia.

Editor: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,554 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar