Harungguan Bolon ke-10 PMS Dijadwalkan 26–27 November 2026 di Inna Hotel Parapat
PARAPAT, SIMALUNGUN — Semangat pelestarian adat dan budaya Simalungun kembali digaungkan menjelang pelaksanaan Harungguan Bolon ke-10 Partuha Maujana Simalungun (PMS). Pertemuan akbar yang menjadi agenda organisasi adat tertinggi Simalungun ini dijadwalkan berlangsung pada 26–27 November 2026 di Inna Hotel Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Harungguan Bolon ke-10 PMS dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat persaudaraan antarwarga Simalungun, membangun komunikasi yang lebih solid antarlembaga adat, serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur budaya Simalungun di tengah arus perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini datang dari berbagai elemen masyarakat, mencakup lembaga PMS itu sendiri, Korps Senior HIMAPSI, HIMAPSI, PABS, serta berbagai pihak yang menaruh perhatian serius terhadap pelestarian adat dan identitas budaya Simalungun.
Mengenal Partuha Maujana Simalungun
Partuha Maujana Simalungun (PMS) merupakan lembaga pemangku adat tertinggi di Simalungun yang mengemban peran penting dalam menjaga marwah, nilai-nilai luhur, serta keberlangsungan adat dan budaya masyarakat Simalungun. Keberadaan lembaga ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan juga berfungsi sebagai penjaga norma sosial, tradisi, dan identitas kolektif masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Sebagai wadah pemersatu dan pengayom, PMS diharapkan terus mampu menjembatani berbagai elemen masyarakat Simalungun agar identitas budaya yang kaya tetap hidup, bukan hanya sebagai kenangan masa lalu, melainkan juga sebagai landasan kehidupan bermasyarakat masa kini dan masa depan.
Bupati Simalungun Dorong Pertemuan Tiga Lembaga Pemangku Adat
Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Harungguan Bolon Tuan Rondahaim pada Selasa, 3 November 2026, mengemuka harapan penting dari Bupati Simalungun. Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan harapannya agar tiga lembaga pemangku adat dan budaya Simalungun dapat duduk bersama dalam satu pertemuan.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Bupati menilai bahwa pertemuan antarlembaga adat merupakan langkah konkret untuk memperkuat komunikasi, membangun kesepahaman bersama, serta menyatukan visi dalam menjaga dan melestarikan warisan adat budaya Simalungun secara berkelanjutan.
Dalam pandangan tersebut, persatuan tidak dimaknai sebagai penghapusan perbedaan, melainkan sebagai kemampuan bersama untuk membangun kesepahaman dengan mengutamakan kepentingan adat, budaya, dan masyarakat Simalungun secara luas. Pertemuan antarlembaga diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif, di mana berbagai perbedaan pandangan maupun dinamika internal organisasi dapat disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan kepentingan bersama.
Sekjen dan Plt. Ketua Umum PMS Nyatakan Dukungan
Sekretaris Jenderal PMS, Dr. John Ryder Purba, bersama Pelaksana Tugas Ketua Umum PMS, Amsar Saragih, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Harungguan Bolon ke-10. Pernyataan dukungan dari dua pimpinan organisasi ini dipandang sebagai sinyal konsolidasi internal yang positif menjelang forum akbar tersebut.
Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat Simalungun dan mendorong partisipasi yang lebih luas, baik dari kalangan tokoh adat, lembaga budaya, organisasi kepemudaan, maupun masyarakat umum.
Harungguan Bolon ke-10 diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum yang melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat pelestarian adat budaya Simalungun, sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mewarisi tradisi leluhur.
Peran Strategis Lembaga Adat di Era Modern
Keberadaan lembaga adat seperti PMS tidak dapat dipandang sebelah mata. Di era yang terus berubah, lembaga adat memiliki fungsi ganda: sebagai penjaga identitas budaya sekaligus sebagai jembatan antara tradisi dan tantangan zaman. Penguatan kelembagaan adat dan kerja sama yang erat antarlembaga menjadi prasyarat agar upaya pelestarian budaya dapat berjalan secara berkesinambungan, bukan hanya berlangsung dalam forum-forum tertentu saja.
Harungguan Bolon ke-10 PMS, dengan demikian, diharapkan mampu melampaui batas agenda organisasi dan menjadi forum berpikir bersama untuk menghadapi tantangan nyata pelestarian budaya di tengah modernisasi yang terus bergerak.
Generasi Muda: Penerus Adat Budaya Simalungun
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang kian pesat, generasi muda Simalungun memegang tanggung jawab yang tidak ringan dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya leluhur. Pengenalan sejarah, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda menjadi langkah penting agar identitas Simalungun tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Pelestarian budaya sejatinya bukan hanya urusan lembaga adat atau pemerintah daerah semata. Ia membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga institusi pendidikan. Hanya dengan keterlibatan yang menyeluruh, adat dan budaya Simalungun dapat terus diwariskan dan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki kebanggaan atas identitas budayanya sendiri.
Harapan dari Parapat untuk Simalungun
Pelaksanaan Harungguan Bolon ke-10 PMS di Inna Hotel Parapat pada 26–27 November 2026 diharapkan berlangsung sukses dan menghasilkan keputusan-keputusan yang memberi manfaat nyata bagi kemajuan adat serta budaya Simalungun. Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyukseskan kegiatan bersejarah ini.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat kolektif bahwa adat dan budaya adalah identitas bersama yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi yang akan datang. Persatuan, kebersamaan, dan semangat melestarikan budaya adalah fondasi yang tidak bisa digantikan bagi masa depan masyarakat Simalungun yang bermartabat.
Mari sukseskan Harungguan Bolon ke-10 PMS — satukan langkah, perkuat persaudaraan, lestarikan adat dan budaya Simalungun.
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

























Komentar