Mirip Seperti Pati, Aksi Tolak Kenaikan Pajak 250 Persen Ricuh di Bone, Masyarakat Bentrok Hingga Malam

bone5556 Dilihat

Bone Aksi demonstrasi ribuan warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berakhir ricuh pada Selasa malam, 19 Agustus 2025. Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Bersatu bentrok dengan aparat keamanan setelah berupaya menerobos masuk ke Kantor Bupati Bone.

Awalnya Tertib, Berubah Jadi Ricuh

Sejak siang, unjuk rasa yang dipusatkan di dua titik, yakni Kantor Bupati Bone di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Gedung DPRD Bone di Jalan Perintis, berlangsung relatif kondusif. Para orator berulang kali mengingatkan massa agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Namun menjelang sore, situasi memanas. Dorong-dorongan antara massa dan aparat tak terhindarkan. Kericuhan pecah setelah sejumlah oknum melemparkan botol air mineral dan batu ke arah polisi.

Tak berhenti di situ, demonstran juga membakar ban bekas di tengah jalan, memicu asap pekat dan kepanikan warga sekitar lokasi aksi.

Aparat Tembakkan Peringatan

Dalam video yang beredar luas di media sosial, aparat kepolisian tampak melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk memukul mundur massa. Barisan gabungan TNI-Polri kemudian dikerahkan untuk menghalau massa yang berusaha masuk dan menguasai kantor pemerintahan.

Kericuhan berlanjut hingga malam hari, membuat arus lalu lintas di sekitar pusat kota Bone lumpuh total.

Latar Belakang Aksi

Gelombang protes dipicu kebijakan Pemkab Bone yang menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen. Kenaikan ini dinilai membebani masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan.

“Ini bukan lagi pajak, tapi penindasan terhadap rakyat kecil,” teriak salah seorang orator melalui pengeras suara.

Massa menuntut Bupati Bone segera mencabut keputusan tersebut dan mendesak DPRD Bone memfasilitasi dialog terbuka dengan masyarakat.

Situasi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih bersiaga ketat di sekitar kantor pemerintahan. Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Bone maupun DPRD terkait langkah selanjutnya. Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap jalannya pengamanan aksi serta menindak tegas pihak-pihak yang memicu kerusuhan.


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar