Nagekeo, NTT | NusantaraNews-Today.com – Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Yonif TP 834/WM, pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 WITA di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, memicu gelombang kemarahan publik dan sorotan tajam terhadap dugaan kekerasan di tubuh militer.
Prada Lucky diduga menjadi korban penganiayaan beruntun oleh sesama prajurit. Kasus ini mencuat setelah daftar 20 nama prajurit yang diduga terlibat beredar luas di media sosial.
Bocoran Laporan Internal Asintel Kasdam IX/Udayana
Berdasarkan dokumen internal kepada Asintel Kasdam IX/Udayana tertanggal 6 Agustus 2025, terungkap nama-nama yang diduga terlibat, baik senior maupun rekan satuan, dalam “pemeriksaan fisik” terhadap Prada Lucky.
Daftar 20 nama tersebut meliputi:
- Letda Inf Thariq Singajuru
- Sertu Abdul Gani
- Sertu Arjuna Siregar
- Sertu Alimuddin
- Serda Marwan
- Serda Rizky
- Serda Yusuf
- Serda Frans
- Praka Satria
- Praka Rino
- Praka Irfan
- Pratu Rijal
- Pratu Fikri
- Pratu Yoga
- Pratu Haris
- Pratu Rizal
- Pratu Fandi
- Pratu Alvian
- Pratu Dedi
- Pratu Rian
Dalam laporan itu, sebagian dari mereka disebut melakukan pemukulan bergantian terhadap korban, bahkan ada yang menggunakan alat seperti selang.
Tanggapan Resmi Pihak Satuan
Komandan Kompi C Yonif TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat, saat dikonfirmasi Kamis malam (7/8/2025) membenarkan bahwa sejumlah personel telah diamankan.
“Proses hukum sedang berjalan. Kami menghormati penyelidikan yang dilakukan Denpom,” ujarnya singkat.
Saat ini, tim investigasi Kodam IX/Udayana bersama Subdenpom Ende tengah melakukan penyelidikan intensif. Pihak keluarga korban dan sejumlah aktivis HAM mendesak agar proses hukum dilakukan secara terbuka, cepat, dan tanpa intervensi.
Desakan Publik
Sejumlah komentar publik di media sosial mengungkap kemarahan dan keprihatinan mereka. Mereka menuntut agar TNI menghapus budaya kekerasan internal dan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah, tanpa pandang pangkat maupun jabatan.
Kematian Prada Lucky menjadi alarm serius tentang perlunya reformasi budaya di lingkungan militer, terutama dalam pembinaan dan disiplin prajurit.
Reporter: Suleman Sinulingga
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com












Komentar