KARO – Tiga dari empat pendaki Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, dilaporkan mengalami hipotermia pada Minggu (20/7/2025), setelah nekat melanjutkan pendakian ke puncak meskipun kondisi cuaca sangat ekstrem. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pencinta alam untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan mematuhi imbauan terkait kondisi cuaca.
Keempat pendaki tersebut memulai pendakian Gunung Sibayak pada Sabtu (19/7/2025) malam. Mereka kemudian mendirikan tenda dan berkemah di Shelter 2. Namun, menurut laporan, saat itu angin berembus sangat kencang, menjadi indikasi awal cuaca yang tidak bersahabat.
Meski demikian, pada Minggu pagi, keempatnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Nahas, di tengah perjalanan, tiga di antaranya mulai menunjukkan gejala hipotermia, kondisi di mana suhu tubuh turun drastis di bawah normal.
Tim penyelamat segera dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki. Satu dari tiga pendaki yang terkena hipotermia bahkan harus ditandu karena kondisinya yang sudah sangat kedinginan dan lemas, memerlukan penanganan medis segera.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dan persiapan matang saat mendaki gunung, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Keputusan untuk tetap melanjutkan pendakian ke puncak di tengah angin kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan para pendaki tersebut mengalami hipotermia.
Pihak berwenang dan pengelola kawasan Gunung Sibayak diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi bahaya mendaki dalam cuaca buruk serta memperketat pengawasan terhadap para pendaki demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
laporan kabiro labuhan batu


















Komentar