Sigap Tanggap Darurat, Kapolsek Dolok Pardamean Pimpin Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Poro-Poro hingga Ditemukan

Bagikan:➤☎
Waktu baca 4 menitDiperbarui 1 November 2026, 16:48 WIB

Wisatawan Tenggelam Saat Perjalanan Pulang dari Goa Babaliang

SIMALUNGUN – Suasana wisata yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi duka ketika seorang wisatawan berinsial MN (66) dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Poro-Poro, kawasan Danau Toba, tepatnya di Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, pada Minggu (1/11/2026).

Korban merupakan seorang pensiunan karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Ia datang bersama rombongan jemaat HKBP Purba Sari, Pematangsiantar, yang berjumlah sekitar 40 orang. Rombongan tiba di lokasi menggunakan empat unit angkutan kota dan satu kendaraan pribadi.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Setibanya di kawasan Pantai Salbe, rombongan menggelar ibadah kebaktian terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu menuju Goa Babaliang. Insiden tragis terjadi dalam perjalanan kembali menuju Pantai Poro-Poro.

Korban Melompat dari Kapal, Saksi Berupaya Memberikan Pertolongan

Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, saat kapal berada pada jarak sekitar 15 meter dari garis pantai, korban tiba-tiba melompat ke perairan Danau Toba. Istri korban disebut telah berupaya mencegah tindakan tersebut dengan mempertimbangkan usia suaminya, namun korban tetap melompat ke danau.

Ketika korban terlihat mulai kewalahan dan tidak mampu mempertahankan dirinya di permukaan air, dua saksi berinisial RS dan CT segera bertindak. Keduanya mendekat menggunakan banana boat dan melemparkan tali penyelamat ke arah korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil, dan korban kemudian tenggelam ke dasar danau.

Pencarian awal dilakukan secara spontan oleh para saksi yang mencoba menyelam, namun tidak membuahkan hasil. Kondisi air yang gelap dan dalam menjadi penghalang utama dalam upaya pencarian mandiri tersebut.

Kapolsek Turun Langsung, Koordinasi Lintas Instansi Digerakkan

Laporan kejadian langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi, S.H. Tanpa menunggu lama, ia turun langsung memimpin personel Polsek Dolok Pardamean menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat. Pencarian awal turut melibatkan anggota Koramil 15/SPA serta perangkat Nagori Togu Domu Nauli.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak. Keselamatan dan kepastian bagi keluarga korban menjadi prioritas kami,” ujar AKP Restuadi.

Pengelola Pantai Poro-Poro kemudian mendatangkan dua penyelam dari wilayah Samosir yang dilengkapi kamera bawah air. Dengan peralatan tersebut, posisi korban berhasil terdeteksi pada kedalaman sekitar 20 meter. Namun, keterbatasan kapasitas peralatan yang ada membuat proses evakuasi belum dapat segera dilaksanakan.

AKP Restuadi lantas menghubungi penyelam dari sebuah perusahaan di Tamburea, namun kemampuan selam tim tersebut hanya menjangkau kedalaman lima meter, sehingga tidak mencukupi untuk menjangkau posisi korban. Tidak berhenti di situ, Kapolsek berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun guna meminta bantuan Tim Basarnas Danau Toba yang berbasis di Ajibata.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Karena kedalaman dan keterbatasan alat, kami minta bantuan tim yang memiliki kompetensi dan peralatan lengkap,” ungkap AKP Restuadi menjelaskan pertimbangannya dalam mengambil langkah koordinasi tersebut.

Basarnas Danau Toba Tiba dan Berhasil Evakuasi Korban

Sekitar pukul 16.30 WIB, enam personel Tim Basarnas Danau Toba tiba di lokasi di bawah koordinasi langsung Koordinator SAR Danau Toba, Erikson Gultom. Setelah menerima penjelasan teknis mengenai titik lokasi terakhir korban, tim segera memulai operasi penyelaman.

Upaya profesional tim Basarnas akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 17.35 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan dan diangkat dari dasar Danau Toba. Proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dilakukan dengan disaksikan langsung oleh Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, Babinsa Koramil 15/SPA Sertu H. Pakpahan, serta Sekretaris Desa Nagori Togu Domu Nauli.

Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Dolok Pardamean untuk menjalani pemeriksaan luar oleh paramedis. Pihak keluarga menandatangani surat pernyataan tidak dilakukannya autopsi. Sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Pematangsiantar.

Kapolsek Imbau Wisatawan dan Pengelola Prioritaskan Keselamatan

Atas musibah yang terjadi, AKP Restuadi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan para wisatawan agar selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama saat beraktivitas di perairan Danau Toba.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan, apalagi bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang. Danau Toba sangat dalam, arusnya sulit diprediksi, dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan,” tegasnya.

Kapolsek juga mengarahkan imbauan kepada para pengelola objek wisata agar memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan yang memadai, antara lain pelampung, tali penyelamat, serta petugas penjaga yang terlatih. Kapal-kapal wisata pun diminta untuk memenuhi standar keselamatan yang berlaku dan secara aktif mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berisiko selama perjalanan air.

Kepada para pimpinan rombongan wisata, AKP Restuadi meminta agar selalu memantau seluruh anggota rombongan, khususnya saat berada di kawasan perairan yang memiliki risiko tinggi.

“Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat, segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110 yang bebas pulsa. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang keselamatan,” tambahnya.

Sinergi Antarinstansi Jadi Kunci Respons Darurat

Peristiwa ini mencerminkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam situasi darurat. Dalam waktu yang relatif singkat, Polsek Dolok Pardamean berhasil menggerakkan personel TNI dari Koramil 15/SPA, perangkat nagori, penyelam lokal, BPBD Kabupaten Simalungun, hingga Tim Basarnas Danau Toba secara terkoordinasi dan terstruktur.

Polsek Dolok Pardamean menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi bersama TNI, BPBD, Basarnas, dan pemerintah nagori dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat di kawasan wisata Danau Toba.

Musibah ini menjadi pengingat bersama bahwa keindahan alam Danau Toba yang memukau harus selalu diimbangi dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Kesenangan berwisata tidak sepantasnya mengabaikan risiko yang ada, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.

Sumber: Rilis Polsek Dolok Pardamean

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,531 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar