Konflik Agraria di Serdang Bedagai Berujung Kericuhan
SERDANG BEDAGAI, Nusantara News Today – Konflik sengketa lahan yang telah berlangsung lama di areal perkebunan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali memanas. Insiden bentrokan yang terjadi pada Kamis, 25 Juni 2026, berujung pada aksi pembakaran puluhan kendaraan dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan tersebut diduga melibatkan sekelompok warga yang mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolak dengan pihak perusahaan. Dalam insiden tersebut, sebanyak 27 unit sepeda motor dan satu unit truk Fuso dilaporkan hangus terbakar. Beberapa korban luka juga telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Latar Belakang Sengketa Lahan yang Berlarut-larut
Kepala Desa Tinokkah, Rio Damanik, menjelaskan bahwa persoalan lahan ini telah menjadi sengketa selama bertahun-tahun. Menurutnya, konflik bermula dari klaim kepemilikan atas lahan yang sebelumnya berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Seiring waktu, sengketa ini berkembang dengan munculnya berbagai kelompok yang turut mengklaim hak atas kawasan tersebut, memperumit upaya penyelesaian.
Sebelum bentrokan memuncak, aparat kepolisian dari Polres Tebing Tinggi bersama Polsek Sipispis telah melakukan langkah-langkah pengamanan di lokasi sengketa. Upaya ini dilakukan guna memantau aktivitas masyarakat dan mencegah potensi konflik agar tidak meluas. Namun, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang tidak terhindarkan.
Penyelidikan Berlangsung, Harapan Penyelesaian Damai
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan dan pembakaran. Proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan berkeadilan.
Peristiwa ini kembali menyoroti urgensi penyelesaian konflik agraria secara adil, damai, dan berkelanjutan. Pihak PT Bridgestone maupun perwakilan kelompok masyarakat diharapkan dapat memberikan keterangan resmi dan terbuka kepada pihak berwenang. Dialog konstruktif dan penyelesaian melalui jalur hukum menjadi kunci untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa mendatang, mengingat sengketa lahan yang berlarut-larut berpotensi memicu kerugian materiil maupun korban di kedua belah pihak.
Nusantara News Today mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dan jalur hukum dalam mencari solusi terbaik demi terciptanya kedamaian dan keadilan bagi semua.
Editor: Fernando Albert Damanik

















Komentar