MEDAN LABUHAN – Insiden kebakaran hebat melanda pabrik manufaktur cat milik PT DayaKimia Jaya Mandiri di Jalan Seruwai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, pada Kamis sore (9/4/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini menyebabkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari berbagai sudut kawasan Medan Utara.
Kronologi: Ledakan Beruntun dari Bahan Kimia
Api dilaporkan muncul tepat saat jam pergantian shift karyawan. Karena area pabrik didominasi oleh bahan kimia cair yang mudah terbakar seperti thinner, api merambat dengan sangat cepat dan memicu serangkaian ledakan keras.
Kepala Lingkungan I Kelurahan Sei Mati, Said, mengonfirmasi bahwa suara dentuman terdengar hingga radius beberapa ratus meter. “Kemungkinan besar berasal dari drum-drum berisi minyak thinner dan stok bahan baku cair lainnya yang tersulut panas,” jelasnya. Puluhan karyawan yang masih berada di area produksi dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri saat api mulai melahap gudang penyimpanan.
Perjuangan Petugas Pemadam Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan mengerahkan lebih dari sepuluh unit armada, termasuk bantuan dari pos Belawan dan KIM. Petugas menghadapi tantangan berat karena material kimia yang cair membuat api sempat mengalir mengikuti saluran air.
Untuk mengatasi kobaran api yang bercampur minyak, petugas harus menggunakan cairan busa khusus (foam) guna melokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman warga di sekitar area industri. Hingga pukul 19.30 WIB, petugas dilaporkan masih berjibaku melakukan proses pendinginan (cooling).
💡 Edukasi: Bahaya Kebakaran Bahan Kimia Cair
Kebakaran di pabrik kimia atau cat memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan kebakaran biasa karena karakteristik materinya:
Risiko Ledakan: Bahan seperti thinner memiliki titik nyala yang rendah, sehingga mudah meledak saat terkena panas tinggi dalam wadah tertutup (drum).
Penyebaran Melalui Air: Cairan kimia yang terbakar seringkali mengapung di atas air, sehingga penggunaan air biasa terkadang justru dapat memperluas area kebakaran jika tidak ditangani dengan busa (foam).
Dampak Pernapasan: Asap hitam pekat dari bahan kimia mengandung gas beracun yang sangat berbahaya jika terhirup tanpa alat pelindung diri.
Kondisi Korban dan Penyelidikan
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai adanya korban jiwa, namun mayoritas pekerja dilaporkan sudah meninggalkan lokasi sebelum api membesar. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi oleh Polsek Medan Labuhan.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor). Kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat seluruh fasilitas produksi dan stok barang siap kirim telah ludes terbakar.
Laporan: Syafwan
#KebakaranMedan #MedanLabuhan #PabrikCatTerbakar #DisdamkarmatMedan #InfoMedan #KesehatanLingkungan #WaspadaKebakaran #MedanUtara


















Komentar