BELAWAN – Kelurahan Bagan Deli kembali mencekam dan bersimbah darah. Bentrokan anarkis antarkelompok pemuda yang pecah pada Minggu pagi (8/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, memakan korban jiwa. Seorang pedagang ikan dilaporkan tewas mengenaskan, sementara seorang remaja kritis akibat luka senjata tajam yang sangat parah.
Kronologi Mencekam: Menggunakan Celurit 2 Meter hingga Anak Panah
Aksi saling serang ini melibatkan dua kubu pemuda yang mempersenjatai diri secara ekstrem. Berdasarkan bukti rekaman video di lokasi, para pelaku menggunakan peralatan perang kota yang mengerikan:
Senjata Tajam: Celurit modifikasi dengan panjang mencapai dua meter serta bambu runcing.
Pertahanan: Penggunaan tameng rakitan untuk menghalau serangan lawan.
Ledakan & Lemparan: Kembang api yang ditembakkan secara horizontal serta lemparan batu masif.
Tak hanya itu, massa yang bertikai secara anarkis menyeret lapak-lapak dagangan warga ke tengah jalan untuk dijadikan barikade darurat, melumpuhkan akses jalan di wilayah tersebut.
Warga Sipil Jadi Korban: “M. Dian Iqbal Saragih Tewas di Tempat”
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa insiden ini merenggut nyawa seorang warga sipil yang tidak bersalah saat sedang beraktivitas mencari nafkah.
“Ada seorang pedagang ikan yang menjadi korban dan meninggal dunia (MD). Jenazah korban, M. Dian Iqbal Saragih (33), warga Ujung Tanjung, telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk otopsi,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo.
Selain korban jiwa, seorang remaja juga dilaporkan dalam kondisi kritis dan sedang berjuang antara hidup dan mati setelah sebuah anak panah menembus bagian kepalanya dalam bentrokan tersebut.
Langkah Tegas Kepolisian: Buru Provokator
Guna mencegah bentrokan susulan, Polres Pelabuhan Belawan telah menyiagakan personel di lokasi kejadian. AKP Agus Purnomo menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan hukum yang sangat tegas terhadap para pelaku.
“Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku utama serta provokator di balik tawuran berdarah ini. Tidak ada ruang bagi premanisme dan kekerasan seperti ini,” tegas Kasat Reskrim.
Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Belawan dan menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan serta aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai tawuran yang terus berulang dan kini mulai memakan korban jiwa masyarakat sipil.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️ Laporan: Biro Kriminal Medan Utara


















Komentar