Medan Darurat Begal!

Komplotan Bersenjata Parang Jarah Motor di Laut Dendang, Korban Alami Trauma Berat

Waktu baca 2 menitDiperbarui 23 Januari 2026, 01:29 WIB

MEDAN – Aksi kriminalitas jalanan di wilayah hukum Polsek Medan Tembung semakin menjadi-jadi. Sebuah rekaman CCTV yang viral memperlihatkan keberingasan komplotan begal berjumlah tujuh orang yang nekat beraksi menggunakan senjata tajam (sajam) di kawasan Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari.

Dalam insiden mencekam tersebut, satu unit sepeda motor Honda Vario BK 2810 AKL milik warga raib dibawa kabur setelah para pelaku melakukan intimidasi menggunakan senjata tajam jenis parang panjang.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kronologi: Teror di Tengah Malam

Korban, Rizjuar Nasution (25), menceritakan detik-detik saat ia bersama istri dan adiknya diincar oleh kawanan tersebut. Peristiwa bermula saat mereka dalam perjalanan pulang melewati Jalan Metrologi usai berkunjung dari sebuah kafe.

“Awalnya jalanan sepi, namun tiba-tiba kawanan ini muncul dan langsung mengejar adik saya. Mereka berteriak-teriak sambil mengacungkan senjata tajam ke udara,” ungkap Rizjuar saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).

Situasi semakin kritis ketika para pelaku yang berjumlah tujuh orang melakukan manuver putar balik untuk mengepung korban di depan sebuah warung. Terdesak dan merasa nyawa terancam karena senjata tajam yang diacungkan, korban terpaksa menyelamatkan diri masuk ke dalam warung.

“Kami panik karena parang mereka sangat panjang. Dalam kondisi ketakutan, adik saya lupa mencabut kunci kontak. Saat itulah pelaku dengan cepat melarikan motor kami,” tambahnya.


Penegakan Hukum Menjadi Sorotan Publik

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Medan Tembung. Masyarakat kini menanti langkah nyata dan tegas dari pihak kepolisian untuk membongkar sindikat begal yang kian berani beraksi secara terbuka di bawah sorotan kamera pengawas.

Berdasarkan bukti rekaman CCTV, identitas dan pergerakan komplotan tersebut kini tengah dalam penyelidikan pihak berwajib. Warga berharap kepolisian tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga meningkatkan intensitas patroli malam (Blue Light Patrol) di titik-titik rawan seperti:

  • Jalan Metrologi

  • Area SPBU Laut Dendang

  • Lintasan sunyi di sekitar Percut Sei Tuan

“Kami berharap pelaku segera ditangkap. Medan sudah tidak aman lagi bagi pengguna jalan di malam hari,” keluh salah satu warga setempat.


By: Redaksi NusantaraNews-Today.com 🖋️

👁️ Dilihat: 23 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar