Tokyo, Jepang – Mantan Menteri Keamanan Ekonomi, Sanae Takaichi, berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang, pada Sabtu (4/10/2025). Kemenangan dramatis ini menempatkannya sebagai perempuan pertama yang memimpin LDP dan membuka jalan lebar baginya untuk menjadi Perdana Menteri (PM) perempuan pertama dalam sejarah Jepang.
Kemenangan ini diraih Takaichi pada upaya ketiganya untuk merebut kursi pimpinan partai, setelah sebelumnya gagal dalam kontestasi pada tahun 2021 dan 2024.
Pemilihan berlangsung sangat ketat dan harus ditentukan melalui dua putaran pemungutan suara. Pada putaran pertama, Takaichi memimpin dengan 183 suara, mengungguli pesaing terdekatnya, Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, yang memperoleh 164 suara.
Dalam putaran kedua yang krusial, Takaichi berhasil mengamankan kemenangan dengan perolehan 185 suara, sementara Koizumi mendapatkan 156 suara.
Tantangan Berat Menanti
Setelah kemenangan internal ini, Parlemen Jepang dijadwalkeun akan menggelar pemungutan suara untuk menunjuk perdana menteri baru pada pertengahan Oktober mendatang. Meskipun blok penguasa saat ini tidak memiliki mayoritas di kedua majelis parlemen, sebagai pemimpin partai terbesar, Takaichi hampir pasti akan terpilih menjadi PM Jepang berikutnya.
Namun, jalan terjal menantinya di depan. Ia akan memimpin pemerintahan minoritas yang menuntut kemampuan lobi politik tingkat tinggi untuk menyatukan kembali faksi-faksi internal LDP yang terpecah dan bekerja keras merebut kembali kepercayaan publik.
Pemerintahan baru di bawah kepemimpinannya juga akan langsung dihadapkan pada serangkaian masalah ekonomi yang membebani masyarakat, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melambat, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, hingga depresiasi nilai tukar yen yang tajam. Tugas berat Takaichi adalah menavigasi Jepang keluar dari tantangan-tantangan ini sambil mempertahankan stabilitas politik.
redaksi


















Komentar