Polres Belawan Terima Pengaduan Korban Kekerasan Seksual Oknum Kadus, “Tergelincir Di Nikmat Sesaat”

Belawan5620 Dilihat

BELAWAN – Kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami janda tuna rungu, menggelinding sampai ke ranah hukum. Unit PPA Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menerima pengaduan orang tua korban. Oknum Kepala dusun lV desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang berinisial Fer M yang diduga sebagai pelaku, bakalan menelan pil pahit, tergelincir di nikmat sesaat, juruji besi menanti.

Pengaduan Korban berinisial UD (35) janda yang memiliki kekurangan berkomunikasi itu, diwakilkan oleh ibu kandungnya, Sumariati. UD dan segenap keluarga yang ikut mendampingi ke Polres Belawan pada Selasa (21/8/25) disambut hangat oleh petugas. Pengaduan resmi itu tertuang dalam STTLP bernomor : STTLP/655/VIII/2025/SPKT/POLRES PEL.BLWN/POLDA SUMUT.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Sebelumnya, pada Kamis pagi UD dan keluarganya mendatangi Rumah Sakit Umum Pringadi Medan untuk mendapatkan Visum et revertum. Hasil visum dibawa ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. “Kami diterima dengan senang hati dan diberlakukan secara sopan oleh petugas. Setelah laporan kami diterima, kami akan dipanggil lagi dalam waktu dekat untuk di BAP.

Saya yang membuat laporan, karena korban UD berbicara tidak terlalu lancar” kata ibu kandung korban Sumariati.

UD adalah warga dusun IX desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Ia korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum Kadus. Aksi kejahatan yang dialami kurban terjadi di rumahnya pada Kamis (7/8/25) sore.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, di Selasa sore itu terjadi hujan deras, sebelum hujan turun UD terlihat mengangkat jemuran pakaian. Dari saksi yang melihat, saat UD masuk ke rumahnya Kadus yang diduga nafsunya terotak itu menyusul dan ikut masuk ke rumah UD. Di dalam rumah tak ada siapapun kecuali UD dan Kadus. Selang beberapa waktu ibu UD melihat Kadus di rumah UD. Sontak sang ibu menghampiri dan bertanya kepada Kadus. Saat ibu UD bertanya, Kadus malah mengakui perbuatan tak senonoh yang barusan ia lakukan berdasarkan suka sama suka. Namun setelah Kadus pergi dari rumah itu, UD menangis dan menurut bahasa tubuh yang ia sampaikan ke ibunya, UD mengaku diperkosa sang Kadus. Ia takut hamil dan ingin bunuh diri saja.

Kasus numpang celup yang dipaksakan itu menyebar kemana mana. Sudah ada pertemuan antara keluarga UD dan Kadus Fer yang difasilitasi Kadus 19 desa Kelambir Lima Kebun, Dani. Dipertemuan itu Kadus Fer M mengakui perbuatannya yang diperkuat dengan rekaman video. Saat itu Fer M mengaku akan bertanggung jawab membiayai sekolah anak anak UD. Keluarga UD tak terima atas perbuatan Fet M, terlebih korban UD pasca kejadian merasa trauma dan ketakutan. UD mengalami depresi berat hingga sampai ingin bunuh diri.

Kadus Fer yang dikonfirmasi NusantaraNew-today.com,di salah satu cafe di kawasan Klambir Lima Kebun Sabtu (9/8/25) sore tak mengakui perbuatannya. Menurutnya tak ada perbuatan tak senonoh yang ia lakukan terhadap UD, terlebih melakukan kekerasan seksual pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya. Bagaimana nasib oknum Kadus kedepannya pasca diadukan..keponakan yang berwajib.pungkas”(Hendra)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar