Tongkat Komando Polda Sumut Berpindah Tangan
MEDAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali memasuki babak baru kepemimpinan. Brigjen Pol Sonny Irawan resmi ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, yang ditandatangani pada 2 Oktober 2026.
Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi yang lebih luas di tubuh Polri, melibatkan sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di berbagai satuan kerja. Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto sendiri mendapat penugasan baru sebagai Wakil Inspektorat Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri, sebuah jabatan strategis di lingkungan pengawasan internal institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Bukan Nama Asing di Lingkungan Polda Sumut
Penunjukan Brigjen Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut memiliki dimensi yang menarik untuk dicermati. Ia bukan sosok baru di lingkungan Polda Sumut. Sebelum memegang tongkat komando tertinggi di kepolisian provinsi ini, Sonny telah lebih dahulu mengenal medan dan dinamika wilayah Sumatera Utara melalui jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut).
Berdasarkan keterangan resmi Polda Sumut, Sonny mulai menjabat sebagai Wakapolda Sumut pada Januari 2026, menggantikan Brigjen Pol Rony Samtana. Dalam kapasitas itu, ia bertugas mendampingi Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto yang saat itu masih menjabat Kapolda Sumut. Kolaborasi keduanya dalam satu struktur pimpinan menjadi bagian dari latar belakang yang menempatkan Sonny dalam posisi yang relatif memahami kondisi internal maupun tantangan keamanan di Sumatera Utara.
Namun, masa tugas Sonny sebagai Wakapolda Sumut tidak berlangsung lama. Pada pertengahan 2026, ia kembali mendapat penugasan baru, kali ini di luar Sumatera Utara, yakni sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Kasespimmen) di Sespim Lemdiklat Polri. Tidak butuh waktu panjang, penugasan itu kemudian diikuti dengan kembalinya Sonny ke Sumatera Utara — kali ini dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai orang nomor satu di Polda Sumut.
Rekam Jejak: Dari Lalu Lintas hingga Lembaga Pendidikan Polri
Brigjen Pol Sonny Irawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1997. Perjalanan kariernya mencerminkan pola yang cukup beragam, dengan titik berat pada bidang lalu lintas dan pendidikan kepolisian.
Pada 2022 hingga 2023, Sonny dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan Timur. Jabatan serupa kemudian ia emban di wilayah yang berbeda, yakni sebagai Dirlantas Polda Jawa Tengah pada periode 2023 hingga 2025. Dua penugasan berturut-turut di bidang lalu lintas di dua polda besar tersebut menempatkan Sonny sebagai perwira yang berpengalaman di sektor manajemen lalu lintas, keselamatan jalan, dan penegakan hukum dalam konteks transportasi darat.
Setelah menuntaskan tugasnya di Jawa Tengah, Sonny beralih ke jalur pendidikan kepolisian. Ia mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Kasespimma) Sespim Lemdiklat Polri, sebuah posisi yang menggambarkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas akademis dan manajerial yang dimilikinya. Dari sana, perjalanan membawanya ke Sumatera Utara sebagai Wakapolda, dan kini sebagai Kapolda.
Rangkaian perpindahan jabatan tersebut menggambarkan karier Sonny yang bergerak secara dinamis, melintas dari satuan operasional di lapangan hingga lembaga pendidikan Polri, sebelum akhirnya kembali pada penugasan di tingkat pimpinan daerah.
Tantangan di Depan: Memimpin Polda di Provinsi yang Kompleks
Sebagai Kapolda Sumut, Sonny Irawan akan memimpin institusi kepolisian di salah satu provinsi dengan karakteristik yang cukup kompleks. Sumatera Utara adalah provinsi yang padat penduduk, memiliki beragam latar belakang etnis dan budaya, serta menghadapi berbagai tantangan dalam bidang keamanan dan penegakan hukum yang tidak selalu seragam antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Pengalamannya di bidang lalu lintas dapat menjadi bekal tersendiri mengingat persoalan ketertiban dan keselamatan lalu lintas masih menjadi isu yang relevan di berbagai wilayah Sumatera Utara, termasuk di Kota Medan sebagai ibu kota provinsi. Sementara itu, pengalamannya di lembaga pendidikan Polri memberikan gambaran bahwa Sonny juga terbiasa dengan aspek pembinaan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi.
Faktor lain yang patut dicatat adalah keakrabannya dengan struktur dan lingkungan Polda Sumut itu sendiri. Masa tugasnya sebagai Wakapolda, meskipun berlangsung relatif singkat, telah memberinya pemahaman awal tentang peta kekuatan, tantangan, dan kebutuhan yang ada di internal maupun di wilayah hukum Polda Sumut.
Serah Terima Jabatan Masih Menunggu Keterangan Resmi
Hingga berita ini disusun, fakta yang telah terkonfirmasi adalah terbitnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang secara resmi menunjuk Brigjen Pol Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut. Adapun detail pelaksanaan upacara serah terima jabatan serta agenda resmi pertama Sonny dalam kapasitasnya sebagai Kapolda Sumut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak Polda Sumut maupun Mabes Polri.
Pergantian kepemimpinan di Polda Sumut ini menjadi penanda babak baru bagi institusi kepolisian di Sumatera Utara, dengan harapan bahwa transisi berjalan lancar dan pelayanan serta penegakan hukum kepada masyarakat tetap berjalan tanpa jeda berarti.
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

























Komentar