TAPANULI SELATAN (TAPSEL) – Horor bencana kembali menghantam warga korban banjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Sungai “baru” yang menjadi sumber bencana sebelumnya, kembali meluap ganas pada Selasa sore (9/12/2025), memicu kepanikan hebat di posko pengungsian.
Hujan deras yang mengguyur Garoga sejak pukul 16.13 WIB dengan cepat memicu luapan air. Hanya berselang 17 menit, sekitar pukul 16.30 WIB, air sungai yang keruh mulai tumpah, meninggi dengan cepat, dan mencapai batas jalan yang sebelumnya telah jebol.
Kayu Gelondongan Hantam Jembatan Darurat
Yang paling mengkhawatirkan, luapan kali ini kembali membawa serta material kayu gelondongan dalam jumlah besar. Kayu-kayu yang hanyut ini tidak hanya memperparah arus, tetapi juga menghantam dan menyeret jembatan darurat yang baru saja dipasang oleh warga dan petugas.
Situasi langsung berubah mencekam, dengan suara gemuruh air yang bercampur benturan kayu menciptakan resonansi ketakutan yang mendalam. Alat berat segera dikerahkan untuk berjibaku menepikan material kayu yang berpotensi menyumbat aliran dan menyebabkan bencana susulan yang lebih besar.
Kepanikan dan Trauma di Posko Pengungsian
Pemandangan paling memilukan terjadi di sekitar posko pengungsian terdekat. Warga yang sebagian besar masih berstatus pengungsi dan belum pulih dari trauma banjir bandang sebelumnya, langsung lari berhamburan dalam kepanikan.
“Kami baru saja menenangkan diri, tapi suara air itu… itu sama persis dengan hari bencana itu datang,” ujar seorang warga, menggambarkan betapa luapan ini adalah pemicu trauma yang menyakitkan.
Kejadian ini menegaskan bahwa ancaman bencana di aliran Sungai Garoga masih sangat nyata, mendesak penanganan infrastruktur permanen. Pemerintah daerah dan tim siaga bencana diminta segera mengambil langkah mitigasi jangka panjang, karena setiap kali hujan turun, nyawa dan stabilitas mental warga Garoga dipertaruhkan.
@by : Redaksi

















Komentar