⚠️ TRAGEDI SUMUT: Banjir Bandang dan Longsor Telan 10 Korban Jiwa, Sibolga Paling Kritis

MEDAN – Bencana alam dahsyat yang melanda Sumatera Utara (Sumut) sejak 17 November 2025, berupa gabungan tanah longsor dan banjir bandang, telah menewaskan sedikitnya 10 orang. Data terbaru per Selasa (25/11/2025) malam menunjukkan skala kerusakan yang luas, mencakup enam kabupaten/kota dan berdampak pada ribuan Kepala Keluarga (KK).

Total 20 kejadian bencana dilaporkan, terdiri dari 12 titik longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang, yang tersebar di Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Enam Jasad Korban Ditemukan di Tapsel
Fokus evakuasi terpusat di perbatasan Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah menyusul penemuan jasad korban banjir bandang. Sebanyak enam jasad ditemukan dalam operasi pencarian dan dievakuasi ke Puskesmas Batangtoru, Tapsel, pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban-korban ini adalah penduduk yang bermukim di tiga desa perbatasan—Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol—yang diterjang banjir bandang. Tragisnya, hingga berita ini dirilis, hanya satu dari enam jasad tersebut yang berhasil diidentifikasi oleh pihak keluarga, menyisakan duka dan ketidakpastian bagi kerabat korban lainnya.

Skala Dampak: 2.393 KK Terdampak, Sibolga Paling Kritis
Data terkini dari Polda Sumut mencatat:

Korban Jiwa: 10 orang meninggal dunia.

Luka-Luka: 3 orang.

Hilang: 6 warga masih dalam pencarian intensif.

Terdampak: 2.393 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus menghadapi kerugian material.

Mengungsi: 445 warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Dari enam wilayah terdampak, Kota Sibolga tercatat sebagai wilayah paling parah. Sibolga menjadi lokasi enam titik longsor yang tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak belasan rumah warga. Sementara itu, Tapanuli Tengah mencatat dampak terbesar pada populasi, dengan 1.902 KK terdampak banjir yang terjadi selama lima hari (17–22 November).

Respons Gabungan: Brimob dan TNI Dikerahkan Penuh
Menanggapi krisis ini, Polda Sumut menegaskan komitmennya dengan mengerahkan seluruh kekuatan gabungan, termasuk BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan, “Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga. Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengingat sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor dan genangan banjir.”

Empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob telah dikerahkan ke titik-titik kritis. Personel polisi dan tim pendukung ditempatkan di jalur vital seperti Jalan Lintas Padangsidimpuan–Tarutung, kawasan Batujomba Batangtoru, Desa Parsalakan, dan jalur menuju Sibolga untuk memastikan akses logistik dan evakuasi tetap terbuka.

Upaya pencarian enam warga yang masih hilang terus menjadi prioritas utama tim gabungan, yang bekerja tanpa henti di tengah cuaca yang masih rawan bencana
By redaksi ️

Komentar