Medan, 6 Agustus 2025 —
Kematian tragis seorang pria bernama Pahala Nababan pada Selasa (5/8/2025) di kawasan Mandala, Medan memicu keprihatinan dan perdebatan publik. Insiden yang sempat direkam warga dan viral di media sosial itu menyebut korban sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang nekat mengakhiri hidup.
Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh sahabat dan kerabat korban. Mereka menyatakan bahwa Pahala bukanlah ODGJ seperti yang beredar luas, melainkan seorang perantau yang baru kembali ke Medan dan tengah berencana membeli sepeda motor.
“Pahala Nababan bukan ODGJ. Dia baru pulang dari perantauan dan mau beli motor. Tapi malah dijebak oleh orang yang hendak menjual motor, bahkan membawa polisi,” tulis salah satu sahabat korban dalam unggahan di Facebook.
Sosok sahabat lain yang menggunakan nama akun Pasaribu Giorat juga menyampaikan protes keras terhadap labelisasi ODGJ yang menurutnya keliru dan tidak berdasar. Ia mendesak agar pihak kepolisian mengusut secara adil peristiwa yang menyebabkan tekanan mental berat pada korban hingga berujung pada dugaan bunuh diri.
“Jangan biarkan ada korban lain seperti Pahala Nababan hanya karena permainan kotor yang menjerat orang lewat modus penipuan,” tulisnya.
Kematian Pahala membuka diskusi luas soal pentingnya verifikasi fakta di tengah derasnya arus informasi media sosial. Muncul desakan kepada aparat penegak hukum, khususnya Polrestabes Medan, untuk mengusut secara menyeluruh dugaan tekanan psikologis yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait latar belakang kejadian dan status korban. Sementara itu, warganet dan komunitas lokal terus menyerukan keadilan dan klarifikasi terbuka agar kasus ini tidak berujung pada stigma sepihak.




















Komentar