Banjir Terjang Haranggaol Simalungun, Rumah Warga dan Fasilitas Sekolah Terdampak

Bagikan:➤☎
Waktu baca 2 menitDiperbarui 27 September 2026, 14:42 WIB

SIMALUNGUN — Bencana banjir melanda kawasan permukiman di Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (26/9/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan luapan pada aliran sungai serta saluran drainase setempat.

Banjir dilaporkan menerjang kawasan Lingkungan 05 dan Lingkungan 06 Kelurahan Haranggaol. Berdasarkan pendataan awal kepolisian, sedikitnya enam warga terdampak langsung, dengan rincian empat unit rumah terendam air dan dua unit rumah lainnya mengalami kerusakan. Luapan air bah juga menjangkau fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Daftar Warga Terdampak dan Kerusakan Bangunan

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengonfirmasi data warga yang tempat tinggalnya terdampak banjir. Empat rumah yang sempat terendam air merupakan milik Ludin Purba (73), Remin Purba (79), Elsye Simanungkalit (67), dan Nurhayati Purba (69).

Sementara itu, dua unit rumah warga lainnya tercatat mengalami kerusakan fisik akibat terjangan arus, masing-masing milik Robinson Damanik (53) dan Rahel May Sarah Sinurat (38). Mengingat struktur bangunan dinilai belum aman dan tidak layak ditempati sementara waktu, penghuni disarankan untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Selain permukiman warga, banjir turut menerjang kompleks SD Negeri 091358 Haranggaol. Terjangan air dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada bagian tembok sekolah tersebut.

Material Batu Sumbat Aliran Sungai

Merespons kejadian tersebut, Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Haranggaol Horisan langsung meninjau tempat kejadian untuk melakukan penanganan darurat. Petugas gabungan bersama warga setempat bergotong royong membersihkan timbunan sampah dan material yang menyumbat jalur sungai.

Dalam proses penyisiran di lapangan, petugas mendapati keberadaan bongkahan batu berukuran besar di badan sungai. Keberadaan material batu tersebut diduga berkontribusi menyumbat laju arus sehingga air meluap ke daratan permukiman. Terkait temuan ini, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun guna penanganan teknis pengangkatan batu.

Kondisi Terkini dan Imbauan Kewaspadaan

Berdasarkan perkembangan pemantauan pada Minggu (27/9/2026), genangan air di kawasan terdampak dilaporkan telah surut sepenuhnya. Saat ini, pihak berwenang bersama aparat kelurahan terus merampungkan proses pendataan kerusakan sarana dan prasarana milik masyarakat pascabencana.

Aparat kepolisian tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk mempertahankan kewaspadaan. Imbauan ini ditekankan mengingat potensi cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun.

Editor: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,537 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar