Jenazah Ditemukan Tergeletak di Samping Rumah Warga
SIMALUNGUN – Seorang pria lanjut usia tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di Dusun Simpang Hinalang, Nagori Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Polsek Purba Polres Simalungun kini mengimbau keluarga atau masyarakat yang mengenal korban agar segera melapor ke aparat kepolisian setempat.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Purba, IPTU Budianto Silalahi, saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026) sekira pukul 13.22 WIB. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap menerima informasi dari siapa pun yang memiliki keterangan mengenai identitas korban.
Kronologi Penemuan: Berawal dari Sepeda Motor yang Hendak Dimasukkan
Peristiwa ini bermula pada Selasa (13/10/2026) sekira pukul 20.30 WIB. Saat itu, Masrayana Saragih meminta keponakannya, Rahma Br Perangin-angin, untuk memasukkan sepeda motor dari sisi samping rumah milik Rahmat Karo-karo.
Ketika hendak menjalankan permintaan tersebut, Rahma mendapati seorang pria tergeletak dengan wajah tertutup selimut tepat di depan pintu samping rumah. Rahma mencoba meminta orang itu bergeser, namun tidak mendapat respons sedikit pun. Ia kemudian memanggil tetangganya, Selamet Rahayu, untuk ikut memeriksa.
Setelah selimut dibuka bersama-sama, keduanya mendapati kenyataan yang mengejutkan: pria tersebut telah meninggal dunia. Masrayana Saragih segera melaporkan kejadian itu kepada Gamot Dusun Simpang Hinalang, Melky Sedek Hamonangan S., yang kemudian meneruskan laporan kepada personel piket jaga Polsek Purba, AIPDA L. Situmeang, sekira pukul 21.00 WIB.
Polsek Purba Turun Cepat, Tim Inafis Identifikasi Korban
Menerima laporan tersebut, Polsek Purba bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim yang diturunkan terdiri dari Kanit Reskrim IPDA L. Silalahi, S.H., M.H., Kanit Samapta AIPTU JT. Ritonga, Kanit Binmas AIPTU H. Manihuruk, Tim Inafis Polres Simalungun AIPTU O. Saragih, serta tim medis dari Puskesmas Purba.
Di lokasi, polisi membuat Laporan Polisi Model A, melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), menyusun berita acara pemeriksaan, serta mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos lengan pendek berwarna hijau muda dan satu helai selimut bercorak merah putih. Polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Tigarunggu untuk penanganan lebih lanjut.
Tim Inafis kemudian melakukan proses identifikasi menggunakan alat IPS (Identification Portable System). Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil — identitas korban tidak ditemukan dalam sistem. Korban diperkirakan belum memiliki e-KTP, yang menjadi salah satu hambatan utama dalam proses identifikasi.
Tidak Ada Tanda Kekerasan, Korban Diduga Meninggal karena Sakit
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis dan pihak puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit. Dalam peristiwa ini tidak ada kerugian materiil yang dilaporkan.
Adapun ciri-ciri fisik korban: berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia sekitar 65 tahun, berambut dan berjenggot putih, tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos kuning berlengan biru dan celana keper berwarna cokelat. Alamat dan identitas lengkap korban hingga kini belum berhasil diketahui.
Dikenal Warga sebagai ODGJ yang Kerap Tidur di Teras Rumah
Sejumlah warga sekitar menyebutkan bahwa korban bukanlah orang asing di daerah tersebut. Selama kurang lebih empat tahun, pria itu dikenal sering berkeliaran di kawasan Dusun Simpang Hinalang. Ia kerap tidur di teras samping rumah Rahmat Karo-karo, bahkan ketika hujan sekalipun.
Korban disebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Meski sudah lama dikenal secara fisik oleh sebagian warga, tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usul, nama, maupun keluarganya. Kondisi inilah yang menyulitkan proses identifikasi resmi oleh kepolisian.
Jenazah Dititipkan di RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar
Guna memberi kesempatan kepada pihak keluarga untuk melapor, jenazah korban untuk sementara dititipkan di kamar mayat RSU Djasamen Saragih, Pematangsiantar. Kepolisian akan menunggu hingga ada masyarakat atau keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai.
Seluruh perkembangan kasus telah dilaporkan kepada pimpinan kepolisian terkait. IPTU Budianto Silalahi menegaskan bahwa langkah ini merupakan cerminan dari komitmen institusi dalam melayani masyarakat secara humanis.
“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat melalui kegiatan Polres Simalungun yang berintegritas dan humanis dalam melayani, dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar IPTU Budianto Silalahi.
Polsek Purba Buka Tiga Saluran Pelaporan
Kapolsek Purba mengimbau siapa pun yang mengetahui, mengenal, atau merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang disebutkan untuk segera menghubungi pihak berwajib. Terdapat tiga saluran yang dapat digunakan:
Pertama, masyarakat dapat menghubungi call center Polri di nomor 110. Kedua, melalui layanan Halo Pak Kapolres Simalungun di nomor +62 811-6501-516. Ketiga, dapat menghubungi langsung Kapolsek Purba IPTU Budianto Silalahi di nomor +62 853-5914-2424.
“Manakala ada keluarga atau masyarakat yang kenal, kami harap segera datang ke Polsek Purba Polres Simalungun,” kata IPTU Budianto Silalahi menutup keterangannya.
Pentingnya Kepemilikan Dokumen Kependudukan bagi Kelompok Rentan
Kasus ini kembali menyoroti tantangan nyata yang dihadapi dalam penanganan kelompok rentan, khususnya orang dengan gangguan jiwa yang hidup tanpa tempat tinggal tetap dan tanpa dokumen kependudukan. Ketiadaan e-KTP pada korban menjadi hambatan teknis yang secara langsung memperlambat proses identifikasi meski teknologi seperti IPS telah digunakan.
Secara lebih luas, peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah, dinas sosial, serta lembaga terkait mengenai pentingnya pendataan dan pendampingan berkelanjutan terhadap ODGJ yang berkeliaran di ruang publik — agar di kemudian hari, nama seseorang tidak menjadi misteri hanya karena ia hidup dalam keterbatasan.
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

























Komentar