Pendopo Rumah Dinas Bupati Jadi Panggung Syukur dan Ilmu
Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Bupati Simalungun pada Rabu sore, 14 Oktober 2026. Di tempat itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun menggelar Pengajian Sahabat Qur’ani yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun beserta segenap pengurus TP PKK.
Pengajian rutin tersebut kali ini terasa lebih istimewa dari biasanya. Bukan semata karena tempat atau pesertanya, melainkan karena acara dirangkai dengan momen syukuran atas dua peristiwa yang dinilai bermakna bagi kehidupan keagamaan di Simalungun: pelantikan Ustaz H. Ikhwanuddin Nasution, Lc., M.M., sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, serta keberhasilan putrinya, Fathin Nabilah, merampungkan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Dua Momen yang Layak Disyukuri Bersama
Pelantikan Ustaz H. Ikhwanuddin Nasution sebagai Ketua MUI Kabupaten Simalungun menjadi salah satu tonggak penting dalam lanskap keagamaan daerah ini. Amanah baru tersebut membawa harapan besar dari masyarakat agar MUI semakin aktif berperan dalam membina kehidupan umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Tak kalah membanggakan, putri Ustaz Ikhwanuddin, Fathin Nabilah, berhasil menuntaskan hafalan seluruh 30 juz Al-Qur’an. Lebih dari itu, Fathin juga tengah bersiap melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir — salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Pencapaian ini menjadikan syukuran dalam pengajian tersebut terasa berlapis kebahagiaan.
Bupati: Bukan Sekadar Kebanggaan Keluarga
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, secara langsung menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian Fathin Nabilah di hadapan para hadirin. Bagi Bupati, keberhasilan seorang anak menghafal 30 juz Al-Qur’an bukan urusan keluarga semata, melainkan sebuah sinyal harapan yang lebih besar bagi masa depan daerah.
“Menghafal 30 juz Al-Qur’an butuh perjuangan, kedisiplinan, dan niat yang tulus. Ini bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan harapan lahirnya generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan membawa keberkahan bagi Simalungun,” ujar Bupati Anton.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter dan etika bagi generasi muda Simalungun. Pesan tersebut menegaskan bahwa kecakapan intelektual harus berjalan seiring dengan kematangan moral dan spiritual agar menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak.
Ketua TP PKK: Jadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup
Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, turut menyuarakan rasa syukur dan kegembiraan atas dua momen bersejarah tersebut. Kepada Ustaz H. Ikhwanuddin Nasution, Ny. Darmawati menyampaikan ucapan selamat dan doa agar amanah baru sebagai Ketua MUI membawa keberkahan yang luas bagi umat di Simalungun.
Sementara kepada Fathin Nabilah, pesan Ny. Darmawati sederhana namun sarat makna: agar sang hafizah senantiasa memelihara hafalannya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Sebuah pengingat bahwa hafalan 30 juz bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mengamalkan nilai-nilai Qur’ani.
Tausiyah Surat Al-Hijr: Tasbih sebagai Peneguh Hati
Memasuki sesi tausiyah, Ustaz H. Ikhwanuddin Nasution mengupas kandungan Surat Al-Hijr ayat 97 hingga 98. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak tasbih dan memuji Allah SWT sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya.
Ustaz Ikhwanuddin menekankan bahwa dzikir dan tasbih bukan sekadar ritual lisan, melainkan sebuah upaya spiritual yang nyata untuk meneguhkan hati dalam menghadapi berbagai persoalan dan ujian kehidupan. Di tengah kerasnya tantangan zaman, mendekatkan diri kepada Allah menjadi pondasi yang tidak tergantikan bagi setiap mukmin.
Pesan tausiyah tersebut terasa relevan dan kontekstual, mengingat kehadirannya disampaikan langsung oleh sosok yang baru saja menerima amanah besar sebagai Ketua MUI, sekaligus ayah dari seorang hafizah yang akan menimba ilmu di pusat peradaban Islam dunia.
Komitmen TP PKK: Mencetak Generasi Qur’ani dari Keluarga
Melalui agenda Pengajian Sahabat Qur’ani yang digelar secara rutin, TP PKK Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan keagamaan yang berpangkal dari unit terkecil masyarakat: keluarga. Pendekatan berbasis keluarga ini dipandang sebagai strategi yang paling efektif dan berkelanjutan dalam membentuk generasi Qur’ani yang tangguh.
Dengan menggabungkan pengajian, syukuran atas prestasi, dan penyampaian tausiyah yang membumi, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi forum ibadah, tetapi juga ruang penguatan ikatan sosial dan keagamaan antar warga Simalungun. Sebuah tradisi yang sederhana, namun menyimpan kekuatan besar untuk membentuk karakter masyarakat dari generasi ke generasi.
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik






















Komentar