JOKOWI BUKA KARTU POLITIK PSI: “SUDAH BANYAK YANG KETAKUTAN”

Bagikan:➤☎
Waktu baca 2 menitDiperbarui 26 September 2026, 12:51 WIB

BANDUNG – BANDUNG – Manuver politik Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menjadi perhatian. Dalam konsolidasi PSI di Bandung, Sabtu (26/9/2026), Jokowi secara terbuka mendorong kader partai tersebut untuk tidak gentar menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Di hadapan kader PSI, Jokowi menilai partai yang masih tergolong baru itu mulai mendapatkan perhatian dan diperhitungkan dalam peta politik nasional.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” ujar Jokowi dalam kegiatan Rakorda DPD PSI Kota Bandung.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kepercayaan diri Jokowi terhadap perkembangan PSI. Namun, di saat yang sama, pernyataan itu juga membuka ruang pertanyaan politik: siapa yang dimaksud dengan pihak yang disebut mulai “ketakutan” tersebut?

Jokowi tidak menyebut secara spesifik pihak yang dimaksud. Karena itu, pernyataan tersebut tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai tudingan kepada partai atau tokoh politik tertentu.

Jokowi juga meminta kader PSI tidak mengecilkan peluang partainya untuk berkembang menjadi kekuatan politik yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya kerja keras serta penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.

Sebelumnya, Jokowi juga menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka parliamentary threshold yang nantinya ditetapkan. Ia menyebut angka 5, 6, 7 hingga 8 persen bukan alasan bagi PSI untuk kehilangan optimisme.

Sikap tersebut menjadi relevan karena PSI hingga kini belum memiliki kursi di DPR. Tantangannya bukan sekadar membangun popularitas, tetapi mengubah dukungan politik menjadi perolehan suara yang memenuhi ketentuan ambang batas parlemen pada Pemilu 2029.

Di sisi lain, aktivitas Jokowi bersama PSI semakin intensif. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyebut kunjungan Jokowi ke Bandung merupakan bagian dari konsolidasi partai, sementara Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menyatakan Jokowi akan membantu penguatan struktur dan memberikan semangat kepada kader di berbagai daerah.

Dengan posisi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, keterlibatannya memberi dimensi baru terhadap konsolidasi partai tersebut. PSI sendiri menyatakan siap menghadapi berapa pun ambang batas parlemen yang ditetapkan untuk Pemilu 2029.

Kini, pertarungannya bukan hanya soal siapa yang merasa terancam atau siapa yang merasa percaya diri. Ujian sebenarnya akan berada di lapangan: seberapa kuat PSI membangun organisasi, merebut kepercayaan pemilih, dan membuktikan optimisme politiknya melalui suara dalam pemilu.

Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah partai tidak ditentukan oleh kerasnya pernyataan politik, melainkan oleh dukungan rakyat yang tercermin melalui hasil pemilu.

(Red)

👁️ Dilihat: 9 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar