Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Maestro Seni dan Budaya

Bagikan:➤☎
Waktu baca 2 menitDiperbarui 26 September 2026, 08:49 WIB

JAKARTA – JAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti Indonesia. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Soekarno, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) dini hari.

Guruh Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan dikonfirmasi sejumlah media nasional.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kepergian Guruh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Soekarno. Sosok yang dikenal luas sebagai seniman, budayawan, sekaligus politikus tersebut meninggalkan perjalanan panjang dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.

Sebagai putra Soekarno dan Fatmawati, Guruh tumbuh di lingkungan yang lekat dengan sejarah perjalanan bangsa. Namun, kiprahnya tidak semata dikenal karena garis keluarganya. Ia membangun identitasnya sendiri melalui dunia seni, khususnya tari, musik, dan kebudayaan.

Karya-karya Guruh selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia. Ia dikenal antara lain melalui Guruh Soekarnoputra Production (GSP), yang menjadi wadah bagi berbagai karya seni dan pertunjukan yang menggabungkan unsur tradisi dengan ekspresi modern.

Di ranah politik, Guruh juga tercatat sebagai bagian dari perjalanan panjang PDI Perjuangan. Hasto menyebut keluarga besar partai kehilangan sosok yang dikenang sebagai seniman besar, Marhaenis, dan pejuang partai.

Jenazah Guruh selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup serta memohon doa agar Guruh mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Kabar wafatnya Guruh juga mendapat perhatian luas dari kalangan seniman, budayawan, politikus, dan masyarakat. Sejumlah tokoh menyampaikan penghormatan atas perjalanan hidup serta kontribusinya terhadap seni dan kebudayaan Indonesia.

Ketua Dewan Pendiri Indonesia Bekerja (INAKER), KRMH Gagoek Kapoet Triana, S.H., turut menyampaikan belasungkawa. Ia mengenang Guruh sebagai sosok yang memilih seni dan kebudayaan sebagai salah satu jalan pengabdiannya kepada bangsa.

“Almarhum Mas Guruh Soekarnoputra adalah sosok yang konsisten berjuang melalui seni dan budaya. Lewat GSP yang didirikannya, beliau telah melahirkan karya tari modern serta lagu-lagu yang dipersembahkan bagi Ibu Pertiwi,” ujarnya.

Budayawan Den Bismo Pratonggopati juga mengenang Guruh sebagai tokoh budaya yang memiliki perhatian besar terhadap kesenian dan nilai nasionalisme.

“Beliau adalah tokoh budaya yang sangat konsen berjuang lewat kesenian. Karya-karyanya diakui berbobot dan sarat semangat nasionalisme,” kata Den Bismo.

Kepergian Guruh menutup satu bab penting perjalanan seorang seniman yang selama puluhan tahun memilih kebudayaan sebagai ruang pengabdian. Warisan karya dan gagasan yang ditinggalkannya kini menjadi bagian dari catatan perjalanan seni Indonesia.

Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

(Red)

👁️ Dilihat: 2 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar