PASTI KMD 2026 Sukses Dibuka, Siap Cetak Generasi Pembina Pramuka Tangkas dan Berkarakter

Bagikan:➤☎
Waktu baca 5 menitDiperbarui 17 Oktober 2026, 08:36 WIB

190 Santri dari 11 Pesantren Lintas Provinsi Berkumpul di Patumbak II

DELI SERDANG — Gerakan Pramuka Santri atau yang dikenal dengan nama PASTI resmi membuka Kursus Mahir Dasar (KMD) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Modern Fajrul Iman, Patumbak II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan pelatihan kepramukaan tingkat dasar ini berlangsung selama enam hari penuh, mulai 16 hingga 21 Oktober 2026, dengan menjadikan kompleks pesantren tersebut sebagai bumi perkemahan sekaligus pusat seluruh rangkaian kegiatan.

Sebanyak kurang lebih 190 santri dan santriwati tercatat sebagai peserta aktif dalam KMD kali ini. Mereka merupakan utusan dari 11 pondok pesantren yang tersebar di dua provinsi, yakni Sumatera Utara dan Aceh. Kehadiran peserta lintas provinsi ini menjadi cerminan nyata luasnya jaringan dan kepercayaan yang telah dibangun PASTI sejak kelahirannya lebih dari satu dekade silam.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Adapun pesantren yang mengirimkan utusannya meliputi PP Darul Ma’rifat, PP Darul Husna, PP Darul Aman, PP Mutia Rahma, PP Al-Hasimiyah, PP Al-Husna, PP Al Barokah, PP Madani Ikhwanul Hasanah, PP Raudatul Jannah, PP Baitussalam, dan PP Az-Zuhri. Keberagaman latar belakang pesantren tersebut sekaligus memperkaya dinamika interaksi dan silaturahmi antarsantri selama pelatihan berlangsung.

Misi Utama: Melahirkan Pembina Pramuka yang Handal Berbasis Nilai Kepesantrenan

KMD Gerakan Pramuka Santri 2026 ini diselenggarakan dengan tujuan yang sangat jelas: melahirkan barisan pembina pramuka yang handal, terampil, dan memiliki keahlian mendalam di bidang kepramukaan, namun tetap berakar pada nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi identitas utama para peserta.

Pemilihan KMD sebagai program unggulan bukan tanpa alasan. Kursus Mahir Dasar merupakan jenjang pelatihan resmi dalam struktur Gerakan Pramuka Indonesia yang menjadi prasyarat bagi seseorang untuk dapat diakui sebagai pembina pramuka yang sah dan kompeten. Dengan mengikuti KMD, para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis kepramukaan, tetapi juga dibekali dengan kemampuan pedagogis untuk membina generasi pramuka berikutnya di lingkungan masing-masing.

Kapusdiklatcab Deli Serdang: Ikuti Pelatihan dengan Serius dan Tekun

Upacara pembukaan KMD 2026 berlangsung dengan khidmat. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Kwarcab Deli Serdang, Kak Nasib Solichin, hadir dan bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan betapa strategisnya momen pelatihan ini bagi seluruh peserta.

“KMD ini merupakan ajang pelatihan resmi yang sangat krusial. Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti materi dengan serius dan tekun. Insyaallah, pelatihan KMD yang diinisiasi oleh Gerakan Pramuka Santri ini mampu meneruskan estafet kepelatihan yang mumpuni, tangkas, dan berkualitas di dunia kepramukaan,” ujar Kak Nasib Solichin di hadapan para peserta dan pembina yang hadir.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi harapan besar yang diemban oleh setiap peserta. Mereka tidak sekadar mengikuti pelatihan untuk kepentingan pribadi, melainkan mengemban tanggung jawab untuk kelak menjadi penerus tongkat estafet pembinaan kepramukaan di lingkungan pesantren masing-masing.

Founder PASTI: Santri Bukan Hanya Unggul Agama, tapi Juga Tangkas Berorganisasi

Founder Gerakan Pramuka Santri (PASTI), Kyai Dr. Amar Tarmizi, M.Pd., turut memberikan arahan dalam pembukaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa PASTI telah hadir dan aktif berkiprah sejak tahun 2015, dengan konsistensi menghadirkan program-program edukatif berbasis kepramukaan yang sekaligus menjadi jembatan silaturahmi antar-pesantren.

“Gerakan ini merupakan wadah untuk menunjukkan bahwa santri pondok pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengambil peran aktif serta memiliki keahlian dan keterampilan tangguh di bidang kepramukaan,” ungkap Kyai Amar di hadapan ratusan peserta.

Pernyataan tersebut memuat pesan yang relevan dengan tantangan zaman. Di tengah persepsi sebagian masyarakat yang memisahkan antara dunia pesantren dan dunia organisasi modern, PASTI hadir sebagai bukti nyata bahwa keduanya bukan hanya dapat berjalan berdampingan, tetapi justru saling menguatkan. Kepramukaan menjadi medium yang efektif untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan jiwa sosial para santri secara terstruktur.

Kyai Amar juga mengingatkan seluruh peserta bahwa KMD adalah gerbang awal yang harus dilewati menuju jenjang pelatih kepramukaan yang lebih profesional. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh santri dan santriwati untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas.

Apresiasi untuk Kwarcab Deli Serdang dan Tuan Rumah Pesantren

Dalam kesempatan yang sama, Kyai Amar menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pusdiklatcab Kwarcab Deli Serdang atas sinergi yang terjalin serta kepeduliannya terhadap kebutuhan edukasi kepramukaan di lingkungan pesantren. Kolaborasi antara struktur resmi Gerakan Pramuka dengan komunitas pesantren seperti PASTI dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan kegiatan semacam ini.

Ucapan terima kasih juga dialamatkan secara khusus kepada pihak Pondok Pesantren Modern Fajrul Iman Patumbak II yang telah berupaya maksimal menyiapkan sarana dan fasilitas demi kenyamanan ratusan peserta selama enam hari pelatihan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai di lingkungan pesantren menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran seluruh sesi pelatihan, baik yang bersifat teoritis di dalam ruangan maupun praktik lapangan di area terbuka.

Imbauan Kesehatan: Waspada ISPA di Tengah Cuaca Buruk Sumatera

Satu hal yang mendapat penekanan khusus dalam arahan Kyai Amar adalah kondisi kesehatan lingkungan yang tengah berlangsung di wilayah Sumatera. Fenomena kebakaran hutan yang masih terjadi di sejumlah titik telah memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai daerah, termasuk wilayah Sumatera Utara. Kabut asap yang melingkupi udara menjadi ancaman nyata bagi para peserta yang akan banyak beraktivitas di luar ruangan selama pelatihan berlangsung.

Merespons kondisi tersebut, Kyai Amar secara tegas mengimbau seluruh elemen yang hadir, baik peserta, pembina, maupun panitia, untuk senantiasa disiplin menggunakan masker sepanjang kegiatan.

“Kesehatan adalah kunci utama agar adik-adik santri dapat menyerap seluruh ilmu kepramukaan ini secara optimal. Tetap gunakan masker dan jaga kondisi stamina selama pelatihan berlangsung,” pungkas Kyai Amar, menutup arahannya dengan pesan yang menyentuh sisi kepedulian terhadap sesama peserta.

Membangun Generasi Pembina yang Siap Mengabdi

KMD Gerakan Pramuka Santri 2026 di Deli Serdang ini bukan sekadar agenda pelatihan rutin. Ia adalah bagian dari ikhtiar panjang untuk membangun ekosistem kepramukaan yang kuat di dalam lingkungan pesantren Indonesia. Dengan membekali ratusan santri dan santriwati dari berbagai pesantren dengan kompetensi kepembinaan yang tersertifikasi, PASTI sedang meletakkan batu fondasi bagi lahirnya generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual, tetapi juga tangkas, terampil, dan siap mengabdi kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini akan terus dipantau perkembangannya hingga penutupan resmi pada 21 Oktober 2026. Diharapkan seluruh peserta dapat menuntaskan rangkaian pelatihan dengan baik dan membawa pulang tidak hanya sertifikat, tetapi juga semangat dan kapasitas nyata untuk menjadi pembina pramuka yang amanah di pesantren masing-masing.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 1 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar