HUTA TIGA DOLOK TENERA MEMBARA!

303 KK Terpapar Polusi PKS Dolok Ilir, Herianto Pimpin Perlawanan Warga Bersama KPKM RI

Berita utama4623 Dilihat

SIMALUNGUN – Jeritan minta tolong membumbung dari Desa Huta Tiga Dolok Tenera, Kabupaten Simalungun. Sebanyak 303 Kepala Keluarga (KK) kini berada di garis depan perjuangan melawan polusi udara yang diduga kuat bersumber dari cerobong asap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dolok Ilir milik PTPN 4.

Di bawah komando Herianto selaku koordinator masyarakat, warga kini bersatu menuntut pertanggungjawaban atas debu sisa pembakaran (fly ash) dan asap tebal yang telah merusak kesehatan serta properti mereka secara masif, Selasa (03/03/2026).

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kesehatan Terancam: Sesak Napas Jadi “Menu” Harian

Kondisi di lapangan sudah berada pada level mengkhawatirkan. Sebagai koordinator yang berada di titik nol dampak polusi, Herianto melaporkan bahwa paparan debu hitam dari cerobong pabrik tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi mulai menyerang paru-paru warga. Gangguan pernapasan (ISPA) menjangkiti anak-anak hingga lansia.

Selain ancaman nyawa, kerugian materiil nyata terlihat pada atap seng rumah warga yang mengalami korosi atau pengaratan dini akibat paparan zat kimia berbahaya. “Kami sudah tidak tahan lagi. Rakyat dipaksa menanggung beban ekonomi untuk memperbaiki rumah yang rusak, sementara perusahaan terus beroperasi tanpa peduli napas kami,” tegas Herianto.


KPKM RI Pasang Badan: Dampingi Herianto dan Warga

Merespons laporan resmi dari Herianto dan masyarakat, Lembaga KPKM RI (Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia) menyatakan sikap tegas. KPKM RI memastikan akan turun ke akar rumput untuk memberikan pendampingan hukum dan advokasi penuh.

“Kami mendukung penuh perjuangan Saudara Herianto dan 303 KK di Huta Tiga Dolok. KPKM RI siap melakukan audiensi hingga langkah hukum jika PTPN 4 tidak segera membenahi sistem filter cerobongnya. Perusahaan jangan jadi predator bagi kesehatan rakyat!” ungkap perwakilan KPKM RI.

Hantaman Jurnalisme Nurani: Menagih Tanggung Jawab BUMN

Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, melontarkan kritik keras terhadap manajemen PKS Dolok Ilir.

“Langkah Herianto menggalang warga adalah bentuk pertahanan diri terhadap ketidakadilan lingkungan. PTPN 4 sebagai BUMN seharusnya menjadi pelindung, bukan sumber penyakit. Jangan sampai dana CSR hanya jadi ‘lip service’ sementara rakyat menderita. Kami menagih tindakan nyata sekarang juga!” ungkap Fernando.

Tuntutan Rakyat: Audit atau Tutup!

Bersama Herianto dan KPKM RI, warga menyampaikan tiga tuntutan utama:

  1. Audit Lingkungan Independen: Memastikan filter cerobong bekerja sesuai standar baku mutu emisi.

  2. Kompensasi Kerugian: Ganti rugi atas kerusakan atap rumah dan jaminan pelayanan kesehatan.

  3. Transparansi CSR: Alokasi dana sosial harus fokus pada pemulihan lingkungan di Desa Huta Tiga Dolok.

Kawal Hingga Akar Rumput

Masyarakat berharap kolaborasi antara keberanian Herianto dan kekuatan advokasi KPKM RI mampu memaksa manajemen pabrik melakukan perbaikan. Nusantara News Today akan terus mengawal kasus ini hingga langit di Huta Tiga Dolok kembali biru.


Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️

Laporan: Unit Investigasi Lingkungan & Advokasi Rakyat

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar