PADANG LAWAS UTARA – Langit Dusun Rokan Baru, Desa Rondaman, mendadak kelabu. Sebuah tragedi memilukan merenggut nyawa empat bocah sekaligus dalam satu kolam milik warga di Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Kamis (05/03/2026) sore. Keempat anak tersebut ditemukan sudah tak bernyawa setelah niat mandi bersama berubah menjadi petaka massal.
Empat Nyawa Melayang: Dua Pasang Kakak-Beradik Menjadi Korban
Duka ini terasa berkali-kali lipat karena keempat korban merupakan dua pasang saudara kandung yang saling berdekatan usia. Berdasarkan data kepolisian, mereka adalah:
Azizi Wahab Tanjung (7) dan adiknya Johar Partaonan Tanjung (4).
Pitri Ripai (8) dan adiknya Sri Anggun Ripai (5).
Kehilangan ini menyisakan lubang besar bagi dua keluarga yang harus merelakan buah hati mereka pergi secara bersamaan dalam satu insiden nahas.
Kronologi Petaka di Balik Kebun Sawit
Peristiwa bermula sekira pukul 15.00 WIB saat saksi mata sempat melihat para korban bermain air di kolam milik Maruli Nasution. Namun, sunyinya area kebun sawit membuat tak ada yang menyadari saat maut menjemput keempat anak tersebut.
Sekira pukul 17.30 WIB, kebenaran pahit terkuak. Saksi yang hendak mandi justru menemukan empat tubuh mungil sudah mengapung di tengah kolam. Suasana berubah drastis menjadi jerit tangis saat evakuasi dilakukan warga menuju rumah duka.
Hantaman Jurnalisme Nurani: Kelalaian yang Dibayar Nyawa
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memberikan catatan tajam.
“Tragedi ini adalah hantaman keras bagi nurani kita sebagai orang tua. Empat nyawa bukanlah angka yang sedikit. Kita tidak bisa hanya menyalahkan keadaan; pengawasan terhadap anak di area rawan seperti kolam atau galian harus menjadi harga mati. Jangan sampai penyesalan datang saat nisan sudah tertanam!” ungkap Fernando.
Polisi Pastikan Murni Kecelakaan
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, yang turun langsung ke TKP memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan. Temuan pasir di telinga dan busa di hidung memperkuat diagnosa medis bahwa kematian murni akibat tenggelam (drowning).
“Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,” ujar AKP Abdul Hakim.
Edukasi Keamanan: Imbauan Keras untuk Pemilik Kolam dan Orang Tua
Secara edukatif, peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemilik kolam di area terbuka untuk memberikan pagar pembatas atau tanda peringatan. Polsek Padang Bolak juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh warga:
Perketat Pengawasan: Jangan membiarkan anak di bawah umur bermain tanpa pendampingan di area air.
Kesadaran Lingkungan: Pastikan kolam atau galian di sekitar pemukiman aman bagi anak-anak.
Semoga arwah keempat bocah malang ini tenang di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi cobaan yang luar biasa berat ini.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Hukum & Tragedi Kemanusiaan


















Komentar