Skandal “Proyek Gizi” Berujung Laporan Polisi:

Oknum Yayasan Diduga Tipu Warga Tebing Tinggi Rp180 Juta

Tebingtinggi4595 Dilihat

TEBING TINGGI – Program mulia penguatan gizi nasional tercoreng oleh dugaan praktik penipuan yang melibatkan oknum pengelola yayasan. Seorang warga berinisial MA resmi melaporkan pria berinisial TIH ke Polres Tebing Tinggi atas dugaan penipuan bermodus operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total kerugian mencapai Rp180 juta.

Laporan tersebut resmi terdaftar dengan nomor LP/B/58/I/2026/SPKT/Polres Tebing Tinggi tertanggal 28 Januari 2026.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Modus: Manipulasi Data Portal BGN Pusat

Aksi tipu-tipu ini diduga dimulai pada Maret 2025. Terlapor TIH meyakinkan korban bahwa namanya telah diverifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat sebagai Person In Charge (PIC) untuk SPPG Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu.

Untuk melancarkan aksinya, TIH menunjukkan bukti fisik berupa tangkapan layar portal BGN Pusat yang mencantumkan identitas korban. Merasa bukti tersebut otentik, korban MA akhirnya menyetorkan dana secara bertahap sejak 5 Maret 2025 dengan dalih biaya operasional persiapan dapur hingga mencapai angka Rp180 juta.


Khianat: Posisi Korban Diduga “Digeser” Istri Terlapor

Kecurigaan korban mulai muncul saat TIH memutus komunikasi secara sepihak pada Juni 2025. Kebenaran pahit terungkap saat peresmian gedung muncul di media sosial pada September 2025, di mana TIH justru tampil mewakili yayasan tanpa melibatkan korban.

Puncaknya, pada 20 Januari 2026, korban mendatangi lokasi SPPG Lubuk Raya dan mendapati fakta bahwa posisi PIC yang seharusnya miliknya, ternyata telah diduduki oleh KR, yang tidak lain adalah istri dari terlapor TIH.

“Saya merasa dijadikan ‘sapi perah’ hanya untuk mendanai persiapan proyek yang akhirnya dinikmati keluarga mereka sendiri. Saya berharap polisi bertindak tegas,” ungkap MA dengan nada kecewa, Jumat (30/1).

Polres Tebing Tinggi Lakukan Pendalaman

Saat ini, Satreskrim Polres Tebing Tinggi dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan bukti transfer yang diserahkan korban. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mencatut program nasional demi keuntungan pribadi.


Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com 🖋️ Laporan: Tim Investigasi Kriminal

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar