JAKARTA – Kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi tidak harus selalu datang dari seminar besar, melainkan bisa lahir dari inisiatif sederhana. Hal ini dibuktikan oleh kisah pemenang juara 3 kompetisi short video Bank Indonesia Digital Creative Challenge (BIDCC) 2025.
Dalam unggahan resmi Bank Indonesia, diceritakan bahwa video kreatif pemenang tersebut berhasil membuat satu Rukun Tetangga (RT) menjadi “melek” mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, hanya bermodal perangkat sederhana.
“Terkadang kesadaran nggak harus datang dari tempat mewah, cukup dari laptop ‘kentang’ di pojokan rumah. Dari yang awalnya cuma bikin video klarifikasi iseng, sampai akhirnya bikin satu RT ‘melek’ soal pentingnya perlindungan data pribadi,” tulis Bank Indonesia.
Ajakan Menjadi Lebih PEKA: Peduli-Kenali-Aduka
Video pemenang BIDCC 2025 tersebut sukses mengemas pesan perlindungan data pribadi menjadi gerakan komunitas yang ringkas dan mudah diingat, yaitu PEKA: Peduli-Kenali-Aduka!
Gerakan ini menggarisbawahi tiga langkah utama yang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga keamanan data saat bertransaksi, terutama dalam ekosistem digital:
- Peduli: Memiliki kepedulian tinggi terhadap informasi pribadi yang dibagikan.
- Kenali: Mengenali modus-modus kejahatan siber dan penipuan digital.
- Aduka (Adukan): Berani melaporkan atau mengadukan jika menemukan praktik mencurigakan atau menjadi korban kejahatan data.
Bank Indonesia (BI) mengingatkan para #SobatRupiah untuk selalu berhati-hati dan waspada saat bertransaksi.
“Yuk, hati-hati dan waspada saat bertransaksi, biar data tetap aman, hidup lebih tenang! Cek videonya, ya!” tutup BI, mengajak masyarakat untuk menonton karya inspiratif tersebut sebagai bentuk edukasi.
Kisah juara BIDCC 2025 ini menjadi contoh bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan efektif untuk menyebarkan edukasi keuangan dan keamanan data dari tingkat komunitas terkecil.
redaksi

















Komentar