Medan, [16 November 2025] Nusantaranews-Today.con– Seorang dokter muda berinisial SW mengajukan laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik ke Polda Sumatera Utara (Sumut) menyusul viralnya tudingan perselingkuhan yang ditujukan kepadanya. Laporan ini merupakan respons resmi atas penyebaran masif kabar bohong, termasuk pengiriman papan bunga bertuliskan tuduhan ‘pelakor’ ke lingkungan akademiknya di Medan.
Kuasa hukum SW, Armansah dan Zakaria Rambe, menyatakan bahwa kliennya secara tegas telah menjadi korban fitnah keji yang menghancurkan reputasi dan menimbulkan trauma mendalam. Pihak pelapor telah melaporkan individu berinisial SFS ke kepolisian pada hari Minggu, [Tanggal Hari Ini, misalnya 16 November 2025].
⚖️ Tegaskan Berita Tidak Sesuai Fakta, Siapkan Langkah Hukum Lanjutan
Armansah menegaskan bahwa substansi tuduhan yang menuding SW menjalin hubungan terlarang dengan suami terlapor adalah keliru dan tidak berdasar.
“Kami Kuasa Hukum dari SW telah melaporkan SFS ke Polda Sumatera Utara. Kami melaporkan dengan beberapa poin yang mana berita-berita tersebut tidak sesuai faktanya. Tudingan perselingkuhan terhadap klien kami merupakan fitnah keji yang disebarluaskan tanpa adanya kroscek atau dasar bukti yang kuat,” ujar Armansah.
Menurut tim kuasa hukum, tindakan terlapor—terutama penyebaran unggahan anonim disertai foto-foto yang menuduh SW sebagai perebut laki orang—telah menyebar secara viral dan merusak nama baik kliennya secara signifikan.
“Akibat perbuatan terlapor, berita bohong ini menyebar dengan cepat melalui media sosial, menghancurkan reputasi dan menimbulkan trauma mendalam pada klien kami. Kami akan melakukan langkah-langkah hukum yang tegas, tidak hanya terhadap terlapor namun juga terhadap pihak-pihak yang menyebarkan berita-berita tidak berdasar ini,” tambahnya.
SW: Unggahan Fitnah Membuat Malu Keluarga dan Mencoreng Citra Kampus
Dalam keterangannya, SW menyampaikan betapa terpukulnya ia atas unggahan fitnah di media sosial tersebut. Ia mengungkapkan permohonan maaf kepada keluarga besarnya dan secara khusus kepada institusi tempatnya menimba ilmu.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada kedua orangtua, adik, dan seluruh keluarga besar atas unggahan fitnah di media sosial ini. Saya juga meminta maaf kepada kampus Fakultas Kedokteran, karena permasalahan pribadi ini telah membuat citra kampus dianggap jelek oleh masyarakat,” kata SW.
SW menjelaskan bahwa keputusannya untuk melapor ke polisi didasari oleh pencemaran nama baik yang ia rasakan, menyusul masifnya penyebaran tuduhan, yang berujung pada komentar negatif, ancaman, dan bahkan intimidasi fisik dari warganet.
By redaksi ️
















