Hari Bhakti Postel, Menkomdigi Meutya Hafid: Perjuangan Belum Selesai, 2.333 Desa Masih Tanpa Internet

Berita utama4741 Dilihat

JAKARTA, Nusantaranews-Today.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar di sektor digital, di mana sebanyak 2.333 desa di tanah air hingga kini belum memiliki koneksi internet sama sekali.

Pernyataan ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Bhakti Postel, Sabtu (27/9/2025), seraya menyerukan semangat kolaborasi untuk menuntaskan tantangan tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Potret Kesenjangan Digital Nasional

Meutya Hafid memaparkan data terkini mengenai kondisi konektivitas di Indonesia. Selain ribuan desa yang sama sekali belum terjangkau internet, ia juga menyebut bahwa 2.017 desa lainnya belum mendapat layanan sinyal 4G.

“Angka ini adalah target yang masuk akal untuk diselesaikan jika kita semua mau bahu-membahu,” ungkap Menkomdigi.

Ia juga menyoroti rendahnya penetrasi internet kabel (fixed broadband) di tingkat rumah tangga, yang angkanya saat ini baru mencapai 27,4 persen. Menurutnya, meningkatkan angka ini adalah salah satu solusi utama untuk mengatasi kesenjangan digital.

Meneladani Semangat Juang Era Kemerdekaan

Menkomdigi mengaitkan tantangan digital saat ini dengan semangat perjuangan para pahlawan telekomunikasi pada 27 September 1945. Saat itu, Angkatan Muda PTT berhasil mengambil alih jawatan telekomunikasi dari Jepang dan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.

“Semangat meneruskan perjuangan para angkatan muda Postel di tahun 1945 harus menjadi komitmen kita hari ini. Perjuangan belum selesai, kini giliran kita berjuang untuk kedaulatan digital,” kata Meutya Hafid.

Digitalisasi untuk Ekonomi dan Pertahanan

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa konektivitas digital bukan lagi sekadar urusan komunikasi, melainkan pilar utama untuk mencapai target nasional. Ia menghubungkan digitalisasi dengan dua agenda prioritas pemerintah.

Pertama, untuk pertahanan nasional di tengah situasi geopolitik yang dinamis, di mana infrastruktur telekomunikasi kerap menjadi target dalam konflik antarnegara.

Kedua, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, telah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional perlu didorong ke angka delapan persen. Ini hanya dapat dicapai jika kita semua berkontribusi, khususnya di bidang digitalisasi yang menjadi motor penggerak utama,” tutup Menkomdigi.

redaksi

Komentar