Diduga Persulit Warga, Staf dan Kabid Disdukcapil Labuhanbatu Tuai Sorotan

Bagikan:
Waktu baca 2 menitDiperbarui 4 September 2025, 11:05 WIB

Labuhanbatu | Nusantaranews-today.com — Kamis, 4 September 2025

Pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan. Seorang warga mengeluhkan pelayanan buruk saat mengurus KTP dan Kartu Keluarga (KK) baru.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Keluhan bermula ketika warga tersebut dua kali mendatangi kantor Disdukcapil. Alih-alih mendapat kejelasan, ia justru merasa dipersulit oleh salah satu staf bermarga Purba.

“Kami sudah dua kali ke sini, tapi kemarin bapak tidak sampaikan kelengkapan berkas apa saja yang harus dibawa. Sekarang kami disuruh melengkapi lagi ke Aek Nabara. Kan jadi repot, jaraknya jauh,” keluh warga itu kepada wartawan Nusantaranews-today.com.

Namun, staf Purba justru menjawab dengan nada enteng: “Kan orang ibu enggak tanya semalam,” ucapnya.

Konfirmasi ke Kabid Capil: Jawaban yang Mengecewakan

Karena merasa dipersulit, wartawan Nusantaranews-today.com mendampingi warga tersebut menemui Kabid Disdukcapil Labuhanbatu. Saat diminta kebijakan agar perekaman KTP dapat dilakukan terlebih dahulu sembari melengkapi berkas yang kurang, Kabid tetap bersikeras menolak.

“Ini berkas kemarin juga, harus dilengkapi dulu baru bisa diproses,” jawab Kabid dengan nada kaku.

Padahal, berkas yang dibawa saat itu merupakan dokumen baru dan bukan berkas yang sama seperti sebelumnya. Sikap Kabid ini semakin menimbulkan kesan pelayanan birokrasi di Disdukcapil Labuhanbatu berbelit-belit dan tidak solutif.

Staf Purba Mengelak

Kabid sempat menelpon staf Purba untuk mengklarifikasi. Namun, jawaban staf itu terkesan mengelak. Ia mengatakan sudah menjelaskan kelengkapan berkas dari awal, meski pernyataan tersebut dibantah warga.

“Semua kelengkapan sudah saya kasih tau, cuma orang kakak enggak nanya,” katanya.

Pernyataan ini justru semakin menambah kekecewaan.

Warga dan Media Ikut Kecewa

Kekecewaan tidak hanya dirasakan warga, tapi juga wartawan yang ikut mendampingi.

“Bayangkan, seorang wartawan saja diperlakukan seperti ini. Bagaimana dengan masyarakat awam? Apalagi kami juga melihat staf Purba keluar kantor saat jam kerja. Bagaimana bisa pelayanan maksimal kalau pegawai keluar seenaknya?” kritik salah satu warga.

Dorongan untuk Bupati Labuhanbatu

Kasus ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terkait pelayanan Disdukcapil Labuhanbatu. Publik mendesak Bupati Labuhanbatu agar menertibkan staf Disdukcapil yang dinilai abai terhadap standar pelayanan publik.

Pelayanan publik adalah hak warga negara. Jika dibiarkan, sikap arogan oknum staf dan pejabat di Disdukcapil Labuhanbatu bukan hanya mencoreng citra pelayanan, tetapi juga melukai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.


✍️ suleman sinulingga | Nusantaranews-today.com


 

👁️ Dilihat: 6 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar